JURNAL ARSITEKTUR LANSEKAP ISSN: 2442-5508 VOL. 9, NO. 1, APRIL 2023 http://ojs.unud.ac.id/index.php/lanskap JAL | 81 Perencanaan jalur interpretasi wisata sejarah di Desa Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali Albirahman Yulianto 1 , Naniek Kohdrata 1* , I Made Sukewijaya 2 1. Prodi Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, Indonesia 2. Prodi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, Indonesia *E-mail: naniek_kohdrata@unud.ac.id Abstract Planning of historical tourism interpretation route in Blahbatuh Village, Gianyar Regency, Bali. Blahbatuh village is one of the villages in Blahbatuh district, Gianyar regency, Bali, with historical heritage in the form of historical stories and sites. Blahbatuh village starts to develop tourism programs that involves historic sites. One of tourism program that can be developed in Blahbatuh is a historical tourism that utilizing interpretation activity. This study has two objectives, that are to identify the potential historical sites as an attraction for tourist, and to plan interpretation route for historical tourism in Blahbatuh. This study uses survey method with planning stage which consist of preparation, inventory, analysis, synthesis, and planning. Descriptive analysis is applied in biophysics and tourism aspects which consists of attraction, amenities, accessibility, and ancillary. Quantitative analysis is applied to measure the variable of tourist attraction. The result is formulated into an interpretation route plan, that is based on themes, space programming plan, and circulation plan. The interpretation route of Blahbatuh Village’s historical heritage is developed from the era of Bali ancient kingdom, to the colonial time within the village vicinity of Blahbatuh. Keywords: Blahbatuh village, Historical tourism, Interpretation route 1. Pendahuluan Desa Blahbatuh adalah salah satu desa di Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, yang memiliki peninggalan bersejarah di dalamnya. Peninggalan tersebut tertuang dalam wujud lanskap sejarah beserta benda peninggalan dan cerita sejarahnya. Peninggalan bersejarah tersebut memiliki rentang waktu yang dimulai dari era Kerajaan Bali kuno hingga era kolonialisme. Beberapa objek sejarah di Desa Blahbatuh antara lain Puri Ageng Blahbatuh, Pura Dalem Maya, Pura Puseh, Vihara Amurva Bhumi, dan Jembatan Gantung Tukad Petanu. Desa Blahbatuh saat ini belum secara aktif memiliki aktivitas pariwisata. Perbekel Desa Blahbatuh, Gede Satya Kusuma (2020) menyatakan bahwa saat ini, Desa Blahbatuh sedang mengembangkan kegiatan pariwisata, sehingga belum ada jumlah kunjungan dari wisatawan yang signifikan. Upaya pengembangan yang telah dilakukan yaitu pelaksanaan sebuah festival budaya dengan nama Blahbatuh Full Moon, dan membangun signage bertuliskan Desa Wisata Blahbatuh. Pengembangan lanskap sejarah sebagai tujuan wisata merupakan salah satu bentuk pelestarian dan perlindungan terhadap peninggalan sejarah, serta pengenalan dan penghargaan terhadap sejarah bangsa (Riyanto et al., 2016). Salah satu bentuk pengembangan wisata yang dapat diterapkan di lanskap sejarah Desa Blahbatuh yaitu wisata sejarah dengan kegiatan interpretasi di dalamnya. Kegiatan interpretasi tersebut selanjutnya dikemas ke dalam jalur interpretasi, untuk memberikan pengalaman wisata sekaligus memaksimalkan penyampaian informasi kepada wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi objek sejarah sebagai daya tarik wisata sejarah di Desa Blahbatuh, dan membuat rencana jalur interpretasi wisata sejarah di Desa Blahbatuh. 2. Metode Penelitian ini menggunakan metode survei, dengan tahapan perencanaan menurut Gold (1980, dalam Nugraha et al., 2018) yaitu persiapan, inventarisasi, analisis, sintesis, dan perencanaan. Analisis dilakukan dengan dua teknik, yaitu deskriptif dan kuantitatif melalui teknik skoring sederhana. Analisis deskriptif dilakukan