Ekonomis: Journal of Economics and Business, 6(1), Maret 2022, 107-115 Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Batanghari Jambi Address: Jl. Slamet Ryadi, Broni-Jambi Kodepos: 36122 Website: http://ekonomis.unbari.ac.id, email: ekonomis.unbari@gmail.com ISSN 2597-8829 (Online), DOI 10.33087/ekonomis.v6i1.499 107 Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Pengangguran, Kemiskinan Dan Ketimpangan Pendapatan: Bukti Data Panel di Indonesia Sri Rosmiati Sani* 1 , Cut Dian Fitri 2 , Khairul Amri 3 , Muliadi 4 , Ikhsan 5 1 Fakultas Ekonomi, Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh 2,3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh 4 Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh 5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh *Correspondence email: srosmiatisani@gmail.com Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendemi covid-19 terhadap pengangguran, kemiskinan dan ketimpangan pendapatan di Indonesia. Menggunakan data panel 34 provinsi di Indonesia periode 2018.S1-2020.S2, model ekonometrik yang digunakan adalah regresi panel dengan dumy variable. Penelitian mengungkapkan bahwa pandemi covid-19 memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemiskinan perkotaan dan tingkat pengangguran, tetapi tidak signifikan terhadap kemiskinan perkotaan. Menggunakan data time series selama periode tersebut, pandemi ini ternyata memperbaiki distribusi pendapatan di masyarakat, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Kata kunci: Tingkat pengangguran; kemiskinan; ketimpangan pendapatan; pandemi covid-19; regresi panel . Abstract. This study aims to analyze the effect of the COVID-19 pandemic on unemployment, poverty, and income inequality in Indonesia. Using panel data from 34 provinces in Indonesia for the period of 2018.S1-2020.S2, the econometric analysis model applied is panel regression with dummy variables. The study discovered that the Covid-19 pandemic significantly impacts increasing urban poverty and unemployment rates, but not significantly on rural poverty. Using time-series data during the period, it turns out that this pandemic has improved the distribution of income in the community, both in urban and rural areas. Keywords: Unemployment rate; poverty; income inequality; covid-19 pandemic; panel regression. PENDAHULUAN Pandemi covid-19 telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Pandemi tersebut telah mempengaruhi kesehatan masyarakat dan ekonomi nasional dan global secara serius sejak awal tahun 2020. Hingga 3 November 2020, secara kumulatif penduduk dunia yang terinfeksi virus tersebut mencapai 46 juta jiwa dengan jumlah kematian mencapai 1,2 juta jiwa (WHO, 2020). Indonesia menjadi salah satu negara dengan penyebaran covid relatif tinggi di Asia. Hingga Juni 2021, tercatat 1.856.038 kasus positif covid yang membuat Indonesia berada pada peringkat pertama jumlah penduduk terinfeksi virus tersebut. Dalam hal kematian, Indonesia menempati peringkat ketiga terbanyak dengan 51.612 orang meninggal. Penyebaran covid yang relatif cepat mendorong pemerintah mengambil sejumlah kebijakan guna memutus mata rantai virus tersebut. Adanya himbauan pemerintah agar masyarakat menjalankan protokol kesehatan dan melakukan social distancing, membatasi perjalanan antar daerah, hingga munculnya peraturan yang berkaitan dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah diharapkan mampu memutus mata rantai penyebaran covid guna melindungi masyarakat. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa penyebaran virus tersebut yang kemudian diiringi dengan sejumlah kebijakan di atas telah berdampak buruk bagi perekonomian. Kegiatan ekonomi di sektor tertentu seperti transportasi dan perdagangan mengalami penurunan yang sangat drastis. Akibatnya, tingkat pengangguran meningkat, dikarenakan adanya masyarakat yang kehilangan pekerjaan terutama di daerah perkotaan. Hingga Agustus 2020 rata-rata tingkat pengangguran 34 provinsi di Indonesia sebesar 6,03%, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan periode Februari tahun yang sama sebesar 4,46%. Kondisi tersebut tentunya dapat bepengaruh pada indikator makro ekonomi lainnya seperti kemiskinan dan distribusi pendapatan. Kajian mengenai dampak pandemi covid-19 terhadap perekonomian telah dilakukan oleh sejumlah peneliti, terutama berkaitan dengan dampak ketenagakerjaan, kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Seperti halnya penelitian Fana et al. (2020) untuk kasus negara-negara Eropa mengungkapkan bahwa pandemi tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan pengangguran. Penyebaran virus tersebut tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak buruk pada kegiatan ekonomi. Sejumlah kebijakan pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran virus ikut memperparah kondisi yang ada. Sejalan dengan temuan tersebut, kajian Bauer & Weber (2020) dalam penelitian mereka di Jerman yang menyimpulkan bahwa kebijakan pembatasan kegiatan ekonomi yang dilakukan pemerintah guna membatasi penyebaran covid-19 berdampak pada banyaknya tenaga kerja yang kehilangan