Journal of Nursing Care & Biomolecular Vol 3 No 2 Tahun 2018 - 128 ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAUAN ORANG AWAM UNTUK MEMBERIKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI KOTA MALANG Achmad Dafir Firdaus 1 , Achdiat Agoes 2 , Retno Lestari 3 , 1 Program Studi S1 keperawatan STIKes Maharani Malang 2,3, Staf Pengajar Magister Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya ABSTRACT Introduction: Traffic accidents predicted tend to increase over time. The number of people who become victims of accidents are not always supported by many responders and health care that can provide prompt and appropriate care. Intrapersonal factors, psychosocial and situational influences laypeople who is often being the first responder make them not always willing to provide help. Method: The purpose of this study was to analyze those factors so that we can optimize the willingness and the role of lay people in helping the victims. This study is observational study with retrospective approach using structured instruments which have been validity and reliability tested. The analysis is bivariate analysis using Chi- Square and Fisher as an alternative. The samples are 110 lay people who had witnessed traffic accidents in Malang city. Result and analysis:The results obtained are respondents who witnessing traffic accidents that are affected by intrapersonal factors is 92.7%, psychosocial factors is 27.3% and situational influences is 60%. While respondents who gave aid is 47.3%. Based on Chi-Square test is obtained only situational factors that have a significant relation with the willingness of lay people to help traffic accidents victim with a value p 0.002 (p<0.005). Discussion: Thus, we need to give empowerment to laypeople in ways that can improve kowledge, willingness, and ability to provide first aid to traffic accidents victims. ey Words: Laypeople, Traffic Accidents, Willingness, First Aid PENDAHULUAN Insiden kecelakaan lalu lintas (KLL) disinyalir akan semakin bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini ditunjang oleh beberapa faktor antara lain; peningkatan jumlah penduduk, jumlah dan teknologi kendaraan, ruas jalan yang relatif statis, serta perilaku para pengendara yang sering kali tidak mematuhi tata cara berlalulintas. (Subagyo, 2011). Data yang diambil dari Badan Pusat Statistik (2013) menunjukkan bahwa terjadi lonjakan angka KLL hingga hampir dua kali lipat antara tahun 2010 (66.488) hingga 2012 (117.949). Angka tersebut berbanding lurus dengan angka korban yang meninggal, luka- luka dan kerugian materi yang diderita. Tidak berbeda jauh dengan insiden KLL yang terjadi di Malang raya, seperti yang diberitakan Satlantas Kota Malang (2013), dimana pada tahun 2013 terjadi 158 kali kecelakaan dan jumlah tersebut lebih banyak dari pada tahun 2012 yang telah terjadi kecelakaan sebanyak 89 kali. Menurut WHO, 2013, faktor resiko terjadinya KLL terdiri dari kondisi sosial ekonomi, jenis kelamin, usia dan kondisi pengemudi, dan faktor kendaraan. Di Indonesia sendiri masalah seperti ini menjadi semakin lengkap karena beberapa faktor seperti keanekaragaman budaya, wilayah yang relatif luas, jumlah serta kualitas sumber daya manusia (SDM) dan ambulan yang belum memadai hingga kemacetan lalulintas yang belum terantisipasi (Pusponegoro, 2005). Disebutkan oleh Djalali, Khankeh, Ohlen, Castren dan Kurlan (2011) sistem prehospital yang belum terkoordinasi dengan baik akan menambah buruk pelayanan emergensi yang berakhir pada meningkatnya mortalitas korban. Sistem prehospital yang kurang baik akan berimbas pada pelayanan kesehatan utamanya pelayanan kegawatdaruratan di luar rumah sakit yang kurang profesional. Gambaran kurang profesionalnya pelayanan emergensi bisa juga dilihat pada proses pertolongan pertama pada korban KLL. Hal ini meliputi siapa penolong pertama korban (first responder) hingga proses brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Journal Nursing Care and Biomolecular