Sains Peternakan Vol. 6 (2), September 2008: 10-17 ISSN 1693-8828 10 Penerapan Teknologi Force Molting pada Ayam Petelur Afkir: Kajian Parameter Produksi, Organ Pencernaan dan Reproduksi, Pertahanan Tubuh Ali Mursyid Wahyu Mulyono, Ahimsa Kandi Sariri dan Wisnu Tri Husodo Fakultas Pertanian, Universitas Veteran Bangun Nusantara Jl. Letjen Sujono Humardani No. 1, Sukoharjo 57521. Tel. +62-0271-593156, fax. +62-0271-591065, Email: alimursyid_wm@yahoo.com Abstrak Penelitian bertujuan mempelajari parameter produksi telur, alat pencernaan dan reproduksi, dan pertahanan tubuh dari penerapan teknologi force molting (FM) pada ayam petelur afkir. Tiga puluh enam ekor ayam petelur afkir secara acak didistribusikan ke dalam 2 macam perlakuan (T0 dan T1), yang masing-masing terdiri dari 3 ulangan. Setiap ulangan terdiri 6 ekor ayam. T0 (kontrol) adalah pemberian ransum ad libitum selama penelitian. T1 adalah perlakuan FM metode puasa pakan 6 hari dilanjutkan pembatasan pakan (jagung 50 g/ekor/hari) selama 29 hari. Pasca perlakuan, ayam-ayam T1 diberi ransum seperti pada T0 selama 3 x periode 28 hari. Air minum diberikan ad libitum. Variabel yang diamati meliputi performan produksi dan kualitas telur, panjang dan bobot bagian-bagian saluran pencernaan dan reproduksi, dan profil darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan FM pada ayam petelur afkir secara nyata meningkatkan persentase produksi telur, bobot produksi telur, dan menurunkan konversi pakan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan dan kualitas telur. Bobot dan panjang bagian-bagian saluran pencernaan dan reproduksi tidak nyata dipengaruhi perlakuan FM kecuali bobot gizzard, magnum dan uterus, dan panjang isthmus. Perlakuan FM tidak nyata mempengaruhi parameter pertahanan tubuh. Penelitian disimpulkan bahwa teknologi force molting pada ayam petelur afkir dapat mengaktifkan kembali produksi telur tanpa mempengaruhi bagian-bagian organ pencernaan dan reproduksi, dan pertahanan tubuh. Kata kunci: Force molting, ayam petelur afkir, produksi telur, pertahanan tubuh, saluran pencernaan dan reproduksi The Application of Force Molting Technology on Rejected Laying Hen: Production, Digestion and Reproduction Organ, and Body Protection Parameters Abstract The research was aimed to study the egg production, digestion and reproduction tract, and body protection parameters of the force molting (FM) technology application on rejected laying hen. Thirty-six rejected laying hens were randomly devided into two kinds of treatment (T0 and T1), with three replication each. Each replication consisted of six hens. T0 (control) was ad libitum feeding during the research. T1 was FM treatment of six-days feed fasting, continued by restricted feeding (corn 50 g/hen/day) for 29 days. After the treatment, T1 was fed as T0 for 3 x 28 days period. Water was given ad libitum for T0 and T1. Variables