Warta Pengabdian, Volume 14, Issue 1 (2020), pp.23-31 doi: 10.19184/wrtp.v14i1.13955 © University of Jember, 2020 Published online 15 March 2020 Teknologi Diversifikasi Produk Tahu di Desa Sumbersalak Kelurahan Kranjingan Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Untuk Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga Sukron Romadhona, Susan Barbara Patricia SM Fakultas Pertanian, Universitas Jember sukronromadhona.faperta@unej.ac.id Abstrak Salah satu Industri Rumah Tangga (IRT) Tahu yang berada di Kabupaten Jember adalah di Desa Sumbersalak, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari. Terdapat 2 produsen tahu yang tergabung dalam 1 IRT, dengan rata-rata bahan baku produksi 25 kg/hari untuk tahu dan 20 kg/hari untuk olahan kedelai lainnya, dengan tenaga kerja 4-6 orang. Permasalahan yang dihadapi IRT Tahu ini adalah: (1) Suara dari mesin penggilingan kedelai yang sangat bising, yang berbahaya bagi kesehatan telinga pekerja dan sering mendapat komplain dari warga sekitar, dan (2) Limbah pengolahan tahu yang berbau sering membuat masyarakat merasa tidak nyaman. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan: (1) Observasi kegiatan produksi dan diskusi dengan produsen tahu untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang dihadapi dan yang dapat diatasi dan (2) Sosialisasi tentang peluang wirausaha produk olahan tahu dengan ibu-ibu yang berada di sekitar IRT tahu. Adanya pengabdian kepada masyarakat berbasis teknologi tepat guna ini diharapkan dapat: (1) Membantu IRT tahu dalam memperlancar kegiatan produksi, bahkan meningkatkan produksi, sehingga berpeluang untuk meningkatkan kapasitas industri yang pada akhirnya dapat menjadi lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, (2) membantu IRT untuk menurunkan polusi akibat aktivitas produksi sehingga tidak mengganggu kesehatan produsen, keluarga dan masyarakat sekitar, dan (3) Membantu masyarakat sekitar dan juga IRT Tahu dengan melakukan wirausaha prodak olahan tahu yang nilai jualnya akan lebih tinggi dan akan lebih besar jangkauan pasarnya. Kata Kunci: Teknologi Tepat Guna, Pemberdayaan Masyarakat, Limbah Pabrik Tahu Abstract One of the Home Industry (IRT) knows that located in Jember Regency is in Sumbersalak Village, Kranjingan Village, Sumbersari District. There are 2 tofu producers incorporated in 1 IRT, with an average production of 25 kg / day for tofu and 20 kg / day for other soybeans, with a workforce of 4-6 people. Knowing these problems are: (1) Sounds from soybean milling machines that are very noisy, which are hazardous to the health of workers and often get complaints from local residents, and (2) Tofu processing waste that makes people uncomfortable. The solutions to overcome these problems are by: (1) Observing production activities and discussions with producers to tofu the competencies that discuss and can overcome (2) Disseminating information about entrepreneurial opportunities for processed products with mothers who depend on IRTs to Tofu. The availability of appropriate technology-based community service is expected to be able to: (1) Help know IRTs in facilitating production activities, even increasing production, so that the opportunity to increase industrial capacity can ultimately reach