101
Copyright © 2023 Faculty of Social and Political Sciences Universitas Airlangga
Masyarakat, Kebudayaan dan Politik
ISSN: (Print 2086-7050) / (Online 2528-6013)
https://doi.org/10.20473/mkp.V36I12023.101-112
The management of rural tourism in Barru Regency from a supply and
demand perspective
Pengelolaan wisata perdesaan di Kabupaten Barru dalam perspektif
penawaran dan permintaan
Ilham Junaid
1*
, Muhammad Dzakwan Mufadhdhal Ilham
2
, Rika Lisa Riani
2
,
Andi Fikanisa Fiarta
2
, & Putri Rizkiyah
3
1
Politeknik Pariwisata Makassar
2
Manajemen Kepariwisataan, Politeknik Pariwisata Makassar
3
Politeknik Pariwisata Lombok
Address:
1,2
Jalan Gunung Rinjani, Metro Tanjung Bunga, Makassar-Sulawesi Selatan, Indonesia 90225
3
Jalan Raden Puguh No. 1, Puyung, Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia 83561
E-mail: illank77@yahoo.co.id
Article History: Received 28 February 2022; Accepted 05 September 2022; Published Online 24 February 2023
Abstract
There is limited literature on the study of rural tourism, particularly related to supply and demand. This study
aims to (1) identify the supply and demand aspects of rural tourism, (2) describe the concept of rural tourism
based on supply and demand data. This research employs a qualitative approach in examining rural tourism in
Paccekke Village, Barru Regency, for six months in the period from April to September 2021. The authors collected
information through interviews with the local community and authority of Paccekke Tourism Village and direct
observation. The study reveals that local communities and village ofcials have the opportunity to manage and
develop villages through the concept of rural tourism. There are three types of supply: existing potential supply,
supply of tour packages, and alternative tourism supply. This paper divides the demand for rural tourism into two
parts, including products that can meet the tourists’ needs and prepared and managed rural tourism products. This
study concludes that rural tourism can be realised by combining the concepts of supply and demand. This study
contributes to the management and development of the village through the concept of rural tourism. This research
strengthens the theory/concept of supply and demand in examining the reality of rural tourism development.
Keywords: supply and demand; rural tourism; rural tourism products
Abstrak
Literatur tentang studi desa wisata masih terbatas, khususnya yang berkaitan dengan penawaran dan
permintaan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifkasi aspek penawaran dan permintaan desa wisata, (2)
mendeskripsikan konsep desa wisata berdasarkan data penawaran dan permintaan. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dalam mengkaji desa wisata di Desa Paccekke Kabupaten Barru selama enam bulan
dalam kurun waktu April hingga September 2021. Penulis mengumpulkan informasi melalui wawancara dengan
masyarakat setempat dan otoritas Desa Wisata Paccekke dan observasi langsung. Kajian tersebut mengungkapkan
bahwa masyarakat lokal dan perangkat desa memiliki peluang untuk mengelola dan mengembangkan desa melalui
konsep desa wisata. Ada tiga jenis pasokan: pasokan potensial yang ada, pasokan paket wisata, dan pasokan
wisata alternatif. Tulisan ini membagi permintaan desa wisata menjadi dua bagian, yaitu produk yang dapat
memenuhi kebutuhan wisatawan dan produk desa wisata yang disiapkan dan dikelola. Studi ini menyimpulkan
bahwa desa wisata dapat diwujudkan dengan menggabungkan konsep penawaran dan permintaan. Kajian ini
memberikan kontribusi dalam pengelolaan dan pengembangan desa melalui konsep desa wisata. Penelitian ini
memperkuat teori/konsep supply and demand dalam menelaah realitas pembangunan desa wisata.
Kata kunci: permintaan dan penawaran; wisata perdesaan; produk wisata perdesaan
Introduction
Indonesia is one of the world’s tourism destinations that ofer historical, cultural, natural experiences and
various types of tourism for tourists. Indonesia’s tourism resources are spread across various areas, both
in urban and rural areas. Visits to rural areas by tourists are no longer new in tourism but are necessary