E-ISSN 2747-1128, Volume 4 Nomor 2, Agustus 2023, Halaman 177-184 PENYULUHAN DAN PELATIHAN PERENCANAAN PEMBUATAN MEJA DAPUR DARI BETON Counseling And Training Concrete Kitchen Table Making Plan Yuwono, B E; Rintawati, Dewi; Winoto, Susianti; Prasetyo, R F; Kridarso, E R; Ghufran, Aby; Ayuwandi, Valentina Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan, Universitas Trisakti Jl. Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta Barat, DKI Jakarta 11440 Penulis korespondensi : ryan@trisakti.ac.id Abstrak Sejarah Artikel Kata Kunci: Dapur Sehat Meja Dapur Konstruksi Beton Penyuluhan Perumahan penduduk penting untuk memiliki bangunan yang memenuhi segi kesehatan, kenyamanan, kebersihan pada tiap bagian dari ruangan didalam sebuah rumah tinggal. Dari data kependudukan yang diperoleh dari pemerintah Kota Serang, kecamatan Kaseman, di Kelurahan Bendung mempunyai jumlah penduduk sebanyak 8.349 orang, dan terdiri dari 1683 Kepala keluarga, dengan jumlah pria sebanyak 4.164 dan 4.185 adalah wanita dimana sebagian besar wanita berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang merangkap sebagai pedagang makanan dirumah ataupun di pasar yang seringkali bekerja di area dapur. Dapur sebagai bagian dari ruangan di perumahan berperan cukup yang besar untuk mewujudkan rumah yang sehat, nyaman, bersih. Kebutuhan akan makanan yang sehat tentunya dihasilkan dari dapur yang bersih dan sehat serta kuat. Pembuatan meja dapur harus memenuhi beberapa kriteria, diantaranya antara lain ketinggiannya dan terbuat dari bahan yang tahan panas, kedap air dan kuat serta tahan lama. Meja dapur dari beton adalah salah satu alternatif meja dapur yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan latar belakang tersebut maka topik pengabdian kepada masyarakat tahun akadedemik ini adalah “Perencanaan Pembuatan meja Dapur Dari Beton” dan tujuan dari penyuluhan tentang perencanaan pembuatan meja dapur dari beton adalah memberikan pengetahuan dan menambah wawasan masyarakat Kelurahan Bendung kecamatan Kasemen untuk dapat merencanakan dan membuat sendiri meja dapur khususnya dari beton sesuai standar perhitungan yang berlaku. Penyuluhan dilakukan secara sistematik, terencana dan terarah menggunakan metode dalam jaringan dengan aplikasi zoom. Masyarakat yang turut berpartisipasi dalam PKM ini belum maksimal karena hanya perwakilan dari komunitas dan perwakilan dari RT yang ada, sehingga pemahaman materi yang disampaikan belum diketahui sebagian besar masyarakat, sehingga perlu adanya monitoring yang terus-menerus tentang pemeliharaan. . Sitasi artikel ini: Nama author (Nama belakang, inisial nama depan.), Tahun publikasi. Judul Artikel. Jurnal Akal: Abdimas dan Kearifan Lokal. Edisi(Nomor): Halaman. Doi: https://doi.org/10.25105/akal.v4i2.14056