Submitted: 2 Februari 2022 Revised: 16 April 2022 Published: 23 Mei 2022 CONTACT Correspondence Email: suryaaymanda@gmail.co m Address: Jl. Sisingamangaraja No.Kelurahan, Teladan Bar., Kec. Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara, Kode Pos 20217 KEYWORDS Pembelajaran Sejarah; Dalam Jaringan; Pandemi Covid-19, IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS DALAM JARINGAN PADA MASA PANDEMI COVID-19: STUDI KASUS SMAN 1 RUPAT PROVINSI RIAU SURYA AYMANDA NABABAN 1 , ANJU NOFAROF HASUDUNGAN 2 1 Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia 2 SMAN 1 Rupat Provinsi Riau, Indonesia ABSTRACT The Covid-19 pandemic that has plagued the world since its first case was discovered on 17 November 2019 and spread to Indonesia. Covid-19 not only caused casualties but changed the Indonesian education system. The Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia and the Department of Education in various regions issue instructions to carry out learning that initially in the classroom becomes online. Various media such as the Zoom application, WhatsApp group, Google Classroom are used for online learning. The use of various media has become a challenge for history teachers and students, especially for schools in disadvantaged, outermost, and outermost (3T) areas such as SMAN 1 Rupat Bengkalis Regency, Riau Province.The challenge is not to support the internet network, if any, not all students have a smartphone. Even students who have smartphones are not always able to buy internet quota. Evaluation results, the percentage of students present when using; 29, 62 % application zoom, 48, 12% google classroom, and 81, 43% WhatsApp group. ABSTRAK Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak kasus pertamanya ditemukan pada 17 November 2019 dan menyebar hingga ke Indonesia. Covid-19 bukan hanya menimbulkan korban jiwa tetapi mengubah sistem pendidikan Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia serta Dinas Pendidikan diberbagai daerah mengeluarkan instruksi untuk melaksanakan pembelajaran yang awalnya di kelas menjadi dalam jaringan (Daring). Berbagai media seperti aplikasi zoom, whatsapp group, google classroom digunakan untuk pembelajaran Daring. Pengunaan berbagai media tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi guru sejarah dan murid, khususnya bagi sekolah yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti SMAN 1 Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Tantangannya yakni, tidak mendukungnya jaringan internet, jikapun ada, tidak semua peserta didik memiliki smart phone. Peserta didik yang memiliki smart phone pun tidak selalu sanggup membeli kuota internet. Hasil evaluasi, persentase peserta didik hadir saat mengunakan; 29, 62 % aplikasi zoom, 48, 12 % google classroom dan 81, 43 % whatsapp group. TARIKHUNA: JOURNAL OF HISTORY AND HISTORY EDUCATION ISSN: 2777-1105 (PRINT), 2797-3581 (ONLINE) VOLUME 4 NO.1 MEI 2022