JURNAL MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS MATARAM Maret 2018 e- issn : 2548-3919 58 STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF SEKTOR KERAJINAN PERHIASAN MUTIARA DI KOTA MATARAM H. M. Ilhamuddin 1 , Rusminah 2 , Hj. Hilmiati 3 dan M. Ahyar 4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram ABSTRAK This study is aimed to find out an alternative strategies of creative industry development of pearl jewelry craft sector in Mataram city. The research uses descriptive research design. The data collected by interview and observation methods which is analyzed by using Internal Factor Analysis (IFE), External Factor Analysis (EFE), and SWOT analysis. The results shows that the internal environment of the industry has a strong position where the strength has a total value of 2.46 compared to the weakness of 0.64. The industry’s position of the outside environment also has strong position where the industry ‘s opportunity has a total value of 1.80 versus threat 1.04. Based on the value of IFE and EFE can be obtained coordinate point in the axis system is 0.91,0.38. The strategy choice is a growth strategy. Keyword: development Strategy, SWOT, creative industry of pearl jewelry 1. PENDAHULUAN Persaingan global, menuntut daerah untuk mampu menghasilkan output secara efisien, agar tetap dapat bertahan. Efisiensi memicu timbulnya pemikiran kreatif, yang pada akhirnya dapat memunculkan ide kreatif. Ekonomik reatif yang identik dengan industri kreatif, pada saat ini dianggap dapat memberikan kontribusi yang sangat signifikan, bagi perekonomian daerah. Dan keberadaannya merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan. Menurut UNCTAD (2008), industri kreatif banyak memberikan kontribusi secara nyata pada perekonomian Negara, yaitu peningkatan nilai eksport, penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar, serta satu penyumbang produk domestik bruto (PDRB). Pendapat tersebut didukung dengan pendapat Depertemen Perdagangan (2008), mencatat bahwa kontribusi industri kreatif terhadap PDB ditahun 2002 hingga 2006 rata rata mencapai 6,3% atau setara dengan 152,5 trilyun jika dirupiahkan. Industri kreatif sanggup menyerap tenaga kerja hingga 5,4juta dengan tingkat partisipasi 5,8%. Sedangkan dari segi ekspor, industri kreatif membukukan total ekspor 10,6% antara tahun 2002 hingga 2006. Salah satu alasan dari pengembangan potensi industri kreatif adalah adanya dampak positif yang akan berpengaruh pada kehidupan sosial, iklim bisnis, peningkatan ekonomi, dan juga berdampak pada citra suatu kawasan tersebut. Hal pendorong tersebut disebabkan karena sesuatu yang baru, baik menyangkut produk barang ataupun jasa, selalu mendorong orang untuk mendatangi, melihat, mengetahui, merasakan, atau bahkan ingin memilik bila sesuatu itu bisa diperdagangkan. Demikian juga dengan industri kreatif, baik sesuatu yang baru sama sekali, inovasi terhadap sesuatu yang sudah ada ataupun mencontoh di tempat lain, akan mendorong orang untuk mengetahui keberadaan sesuatu yang baru tersebut. Dengan demikian, keberadaan industri kreatif secara langsung