147 PRAKTIK TATA KELOLA PERUSAHAAN ( CORPORATE GOVERNANCE) DAN USEFULNESS INFORMASI AKUNTANSI (Telaah Teoritis Dan Empiris) Muhammad Miqdad Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi, Universitas Jember, Indonesia Email: miq_aset@yahoo.co.id Abstrak Riset akuntansi yang berkaitan dengan tata kelola perusahaan dan manajemen laba mengacu pada teori akuntansi positif dan teori agensi. Sebagian besar hasil studi empiris menunjukkan bahwa implementasi tata kelola perusaaan yang baik (good corporate governance) berdampak negatif terhadap praktik manajemen laba. Praktik manajemen laba yang berlebihan berdampak negatif terhadap kredibilitas laporan keuangan dari sudut pandang pengguna seperti investor, kreditor dan stakeholders lainnya. Praktik GCG dan manajemen laba berkaitan dengan masalah-masalah perilaku, karena itu metode penelitian kualitatif menjadi alternatif solusi dalam penelitian-penelitian yang berkaitan dengan perilaku. Kata Kunci: Tata Kelola Perusahaan, Manajemen Laba, Teori Akuntansi Positif, Teori Agensi, Riset Kualitatif. Abstract Accounting researchs on corporate governance and earnings management refers to the positive accounting theory and agency theory. Most of the result empirical studies showed that implementing of good corporate governance (GCG) negatively affect to earnings management. Excessive earnings management practices will affect the credibility of the financial statements in the user’s perception namely investors, creditors and other stakeholders. Corporate governance and earnings management associated with behavioral problems, therefore qualitative research method as an alternative to explore further of the behavioral problems. Keywords: Corporate Governance, Earnings Management, Positive Accounting Theory, Agency Theory, Qualitative Research. PENDAHULUAN Riset mengenai tata kelola perusahaan ( corporate governance ) masih menjadi topik yang menarik untuk diteliti seiring dengan terbukanya skandal keuangan berskala besar (misalnya skandal Enron Corp, Tyco, Worldcom Inc., Xerox Corp.,) yang melibatkan akuntan. Dalam kasus Enron, dampak yang jelas adalah kerugian yang ditanggung para investor dari ambruknya nilai saham yang sangat dramatis dari harga per saham US$ 30 menjadi hanya US$ 10 dalam waktu dua minggu. Kasus ini memunculkan pertanyaan mengapa suatu perusahaan kelas dunia dapat mengalami hal yang sangat tragis dengan mendeklarasikan bangkrut justru setelah hasil audit keuangan perusahaannya dinyatakan pendapat tanpa kualifikasi ( unqualified opinion) . Di Indonesia, kasus Lippo merupakan salah satu skandal akuntansi yang sangat menonjol di tahun 2003. Skandal Bank Lippo adalah berkaitan dengan pelaporan keuangan, dengan diterbitkannya dua versi laporan keuangan, yaitu antara yang diterbitkannya ke Bursa Efek Jakarta dan yang dipublikasikan. Tahun 2001, hasil survei yang dilakukan oleh Credit Lynonnais Securities (CLSA) pada 115 per- usahaan di 25 negara berkembang menunjukkan bahwa skor total untuk perusahaan di Indonesia yang disurvei hanya 37,7 dari skala (skor 0-100). Skor ini lebih rendah dibandingkan dengan skor total perusahaan-perusahaan yang disurvei di Negara Singapura (64,5), Malaysia (56,6), India (55,6), Thailand (55,1), Taiwan (54,6), Cina (49,1), Korea (47,1) dan Filipina (43,9). Makin tinggi skor me- nunjukkan bahwa ketaatan pada prinsip-prinsip Good Corporate Governance atau GCG (yang meliputi disiplin, transparansi, kemandirian, akuntabilitas, tanggung jawab, keadilan dan kesadaran nasional) makin besar (Zarkasyi, 2008). brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan