JURNAL NASIONAL TEKNOLOGI DAN SISTEM INFORMASI - VOL. 06 NO. 02 (2020) 082-089 Terbit online pada laman : http://teknosi.fti.unand.ac.id/ Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi | ISSN (Print) 2460-3465 | ISSN (Online) 2476-8812 | https://doi.org/10.25077/ TEKNOSI.v6i2.2020.82-89 Attribution-NonCommercial 4.0 International. Some rights reserved Artikel Penelitian Metode Elbow dan K-Means Guna Mengukur Kesiapan Siswa SMK Dalam Ujian Nasional Ninik Tri Hartanti Sistem Informasi, Universitas Amikom, Yogyakarta, 55288, Indonesia INFORMASI ARTIKEL ABSTRACT Sejarah Artikel: Diterima Redaksi: 17 Februari 2020 Revisi Akhir: 02 Juli 2020 Diterbitkan Online: 30 Agustus 2020 Keberhasilan siswa dalam menempuh ujian nasional (UN) dapat terlihat dari perolehan nilai mata pelajaran yang diujikan, tiga diantaranya adalah nilai matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Mengukur kesiapan siswa dalam menghadapi Ujian Nasional sangat diperlukan demi keberhasilan siswa. Untuk mengukur tingkat kesiapan siswa algoritma yang digunakan adalah K- Means. Penerapan metode Elbow untuk menentukan optimasi banyaknya cluster yang selanjutnya akan digunakan dalam perhitungan clustering dengan algoritma K-Means. Proses perhitungan K-Means diawali dengan penentuan jumlah cluster, dengan menggunkan metode Elbow. Penerapan algoritma K-Means adalah untuk membentuk kelompok-kelompok siswa berdasarkan nilai rata-rata ketiga mata pelajaran UN (matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris). Penentuan jumlah optimal cluster menggunakan metode Elbow, yang menunjukkan banyaknya cluster optimal adalah 3, kemudian dihasilkan 3 cluster yang terdiri dari cluster kategori “Siap”, “Cukup Siap” dan Tidak Siap”. Dengan masing-masing kategori terdiri dari 7 siswa, 30 siswa, dan 29 siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengelompokkan skor nilai siswa SMK Syubbanul Wathon terhadap tiga mata pelajaran UN (matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris), sehingga mempermudah pihak sekolah mengambil tindakan lebih lanjut demi keberhasilan siswa dan predikat sekolah. KATA KUNCI K-Means, Elbow, Clustering, Ujian Nasional KORESPONDENSI E-mail: ninik.t@amikom.ac.id 1. PENDAHULUAN Pendidikan di Indonesia khususnya pendidikan formal, terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi, pada sistem penilaiannya yang mengacu pada skor nilai ujian masih diberlakukan di Indonesia. Hasil penilaian tersebut akan berpengaruh terhadap predikat sekolah dan minat masyarakat sebagai calon siswa. Salah satu proses penilaian ini adalah dengan adanya ujian nasional setiap tahunnya. Dalam rangka untuk mempersiapkan siswanya menghadapi ujian nasional, SMK Syubbanul Wathon Magelang selama ini menerapkan sistem yang mengklasifikasikan nilai rapor siswanya dengan metode manual. Sistem tersebut dilakukan dengan cara wali kelas mengumpulkan data nilai siswa baik nilai rapor dan nilai harian, kemudian merekap nilai- nilai tersebut, sehingga terbentuk sebuah data nilai perkelas. Nilai perkelas tersebut yang akan menjadi panduan untuk menginformasikan keadaan siswa dalam kesiapan untuk mengikuti ujian nasional. Sangat dibutuhkan sebuah sistem atau panduan yang memudahkan pihak sekolah dan berfungsi untuk membantu dalam mengambil keputusan tentang penilaian kesiapan siswa dalam mengikuti ujian nasional mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan panduan dalam mengambil keputusan tentang penilaian kesiapan siswa menghadapi ujian nasional. Sehingga akan membantu pihak sekolah agar dapat memberikan tindakan kelas sehubungan dengan keputusan yang dihasilkan. Teknik clustering adalah suatu metode dalam analisa data untuk menyelesaikan persoalan tentang pengelompokan data. Salah satu metode clustering adalah K-Means, yang mempunyai kemampuan dalam klasifikasi data yang cukup besar jumlahnya relatif cepat dan efisien. Kekurangannya, hasil clustering dengan menerapkan algoritma K-Means bergantung pada penentuan awal pusat cluster, sehingga hasil perhitungan clustering dengan metode K-Means akan baik jika penentuan pusat cluster tepat [1]. Clustering merupakan salah satu metode penugasan suatu data sebuah objek ke suatu himpunan bagian, sehingga objek yang berada di himpunan (cluster) yang sama akan serupa dalam beberapa hal. Selain itu Clustering merupakan metode pembelajaran tanpa pengawasan yang digunakan dalam berbagai