Prosiding SENASGABUD http://research-report.umm.ac.id/index.php/SENASGABUD (Seminar Nasional Lembaga Kebudayaan) Edisi 1 Tahun 2017 Halaman 53-63 E-ISSN 2599-8406 53 | H a l a m a n REPRESENTASI MULTIKULTURAL DALAM NOVEL BURUNG-BURUNG RANTAU KARYA Y.B. MANGUNWIJAYA SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA BERBASIS BUDAYA SISWA SMA Erma Lestari Universitas Merdeka Malang ermalestari068@gmail.com Abstrak Novel merupakan bagian dari karya sastra. Karya sastra dapat menjadi sarana pembentukan karakter bangsa berbasis budaya karena isi yang terkandung dalam cerita merupakan cerminan kehidupan. Penelitian ini difokuskan pada siswa jenjang SMA. Novel Burung- Burung Rantau (BBR) mengungkapkan gambaran kehidupan masyarakat Indonesia yang multikultural. Novel Burung-Burung Rantau dipilih karena cerita yang sangat menarik dan memberikan makna baru terhadap masyarakat Indonesia secara global. Dilihat dari sisi pengarang, yaitu Y.B Mangunwijaya yang memiliki wawasan yang sangat luas dan berbobot, hal ini dapat dibuktikan melalui karya-karyanya. Tulisan ini akan membahas tentang cara membentuk karakter bangsa Indonesia yang berbudaya melalui novel Burung-Burung Rantau karya Y.B Mangunwijaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks novel Burung-Burung Rantau karya Y.B Mangunwijaya. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik eksplorasi penjelajahan data. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan membaca, mengidentifikasi, menafsirkan, dan memaknai data kemudian mengambil kesimpulan. Peneliti melakukan identifikasi, klasifikasi data berdasarkan permasalahan yang dikaji. Data yang diperoleh berupa satuan cerita utuh yang menggambarkan representasi multikulturalisme dalam novel Burung-Burung Rantau karya Y.B Mangunwijaya sebagai sarana pendidikan karakter siswa SMA. Tulisan ini disajikan untuk mengembangkan pendidikan karakter bangsa berbasis budaya pada siswa SMA, keluarga, dan masyarakat melalui sarana karya sastra. Kata kunci: multikultural, pendidikan karakter, sastra, dan siswa SMA PENDAHULUAN Sastra dan masyarakat merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi. Sastra dan masyarakat serta segala permasalahan kehidupan tidak dapat terpisah-pisah. Sastra hadir sebagai respon dari adanya permasalahan kehidupan sosial seperti multikulturalisme di masyarakat. Para sastrawan melakukan pemikiran yang mendalam untuk memahami makna kehidupan yang ada melalui proses kreatif dan pemikiran mendalam, kemudian terciptalah karya sastra sebagai gambaran dari kehidupan masyarakat yang nyata seperti dalam novel. Salah satu fenomena yang mencuat dalam kehidupan masyarakat dan khazanah sastra adalah multikulturalisme. Khazanah sastra Indonesia paham multikulturalisme mulai tampak pada beberapa karya sastra. Semakin populernya istilah multikulturalisme, sering dibicarakan dalam berbagai forum ilmiah, sebagai upaya-upaya rekonsiliasi nasional dalam rangka mencegah disintergrasi bangsa. Karya sastra merupakan interpretasi pengarang atas lingkungan sosial yang dihadapinya dan ditangkap melalui tafsiran pembaca. Proses menginterpretasi karya sastra, pembaca menggunakan perspektifnya berdasarkan horison harapannya. Oleh karena itu, tanpa mengikut sertakan aspek kemasyarakatannya yakni tidak memandangnya sebagai