al-Kimiya, Vol. 4, No. 1 (23-30) Juni 2017/Syawwal 1438 H 23 STUDI TRANSFORMASI ZEOLIT ALAM ASAL SUKABUMI DENGAN MENGGUNAKAN AIR ZAMZAM SEBAGAI SUMBER AKUADES RIKI JUNIANSYAH 1 , DEDE SUHENDAR 1* , DAN EKO PRABOWO HADISANTOSO 1 1 Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jl. A.H. Nasution No. 105, Bandung *Email korespondensi: dede.suhendar@uinsgd.ac.id Informasi Artikel Abstrak/Abstract Riwayat Naskah : Diterima pada 29 Mei 2017 Diterima setelah direvisi pada 29 Juni 2017 Diterbitkan pada 30 Juni 2017 Kata Kunci: zeolit alam; transformasi; air zamzam; hidrotermal; zeolit faujasit; zeolit analsim. Zeolit alam asal Sukabumi memiliki tiga komposisi mineral, yaitu kuarsa, mordenit, dan klinoptilolit. Setiap jenis zeolit memiliki kegunaan yang berbeda-beda, untuk meningkatkan nilai lebih dari zeolit alam, maka dari itu perlu adanya pengembangan zeolit alam mengingat zeolit alam asal Sukabumi lebih cenderung kepada jenis zeolit mordenit. Dari permasalahan tersebut perlu adanya penelitian tentang studi transformasi zeolit alam asal Sukabumi untuk mengetahui jenis zeolit baru yang akan dihasilkan dari transformasi tersebut dan hasil karakterisasinya. Tansformasi zeolit alam dilakukan dalam tiga variasi komposisi perbandingan mol yaitu 1 zeolit : 4 NaOH: 40 air zamzam, 1 zeolit : 2 NaOH: 40 air zamzam, 1 zeolit : 0 NaOH: 40 air zamzam. Transformasi ini dilakukan dengan metode hidrotermal pada suhu 150C selama 12 jam. Hasil transformasi perbandingan variasi mol tersebut menghasilkan zeolit faujasit, analsim, mordenit, dan mineral kuarsa. Karakterisasi dengan difraksi sinar-X yang mengkonfirmasi terbentuknya zeolit faujasit, analsim, mordenit, dan mineral kuarsa. Keywords: natural zeolite; transformation; zamzam water; hydrothermal; zeolite faujasite; zeolite analcime. Natural zeolite from Sukabumi has three mineral composition, namely quartz, mordenite, and clinoptilolite. Each type of zeolite has different uses, to increase the value of natural zeolites, then there is need for the development of natural zeolite given natural zeolite from Sukabumi more inclined to this type of zeolite mordenite. Of these problems need research on the study of transformation Natural zeolites from Sukabumi to know what types of new zeolites to be derived from such a transformation. Transformation of natural zeolite done in three variations: 1 mol ratio of zeolite: 4 NaOH: 40 Zamzam water, 1 zeolites: 2 NaOH: 40 Zamzam water, 1 zeolite: 0 NaOH: 40 Zamzam water. This transformation is performed by hydrothermal method at 150C for 12 hours. The result of the transformation ratio of the mole variations produce zeolite faujasite, analcime, mordenite, and quartz mineral. Characterization by X-ray diffraction to confirm the formation of zeolite faujasite, analcime, mordenite, and quartz mineral. PENDAHULUAN Zeolit merupakan kelompok mineral yang dalam pengertian/penamaan salah satu jenis bahan galian non logam atau bahan galian mineral industri dari 50 jenis yang ada. Sampai saat ini lebih dari 50 mineral pembentuk zeolit alam sudah diketahui, tetapi hanya sembilan diantaranya yang sering ditemukan, yaitu klinoptilolit, mordenit, analsim, khabasit, erionit, ferierit, heulandit, laumonit, dan filipsit. Dari hasil penelitian yang pernah dilakukan, jenis mineral zeolit yang terdapat di Indonesia adalah modernit dan klipnoptilolit. Zeolit alam ini terbentuk dari reaksi antara batuan tufa asam berbutir halus dan bersifat riolitik dengan air pori atau air meteorik (air hujan). Mineral ini merupakan kelompok aluminosilikat terhidrasi dengan unsur utama terdiri dari kation, alkali dan alkali tanah, mempunyai pori-pori yang dapat diisi oleh molekul air. Kandungan air yang terperangkap dalam rongga zeolit biasanya berkisar 10-50%. Bila terhidrasi kation-kation yang berada dalam rongga tersebut akan terselubungi molekul air, molekul air ini sifatnya labil atau mudah terlepas [1]. Pemanfaatan zeolit untuk digunakan dalam berbagai industri dan pertanian akhir-akhir ini berkembang cukup pesat. Banyak pengusaha, baik swasta, nasional, KUD maupun perorangan membuka usaha penambangan di berbagai daerah. Ada yang masih tetap berjalan hingga saat ini, namun ada juga yang sementara berhenti. Memperhatikan pentingnya pemanfaatan zeolit dalam berbagai industri dan pertanian serta upaya mengangkat perekonomian masyarakat dimasa krisis ekonomi yang belum juga pulih ini, diperlukan adanya dorongan untuk