156 PERAN BIMBINGAN ORANG TUA DALAM KEMANDIRIAN BELAJAR ANAK DI SEKOLAH PESISIR SD NEGERI BALIKPAPAN BARAT Caya 1 , Kaharuddin 2 , dan Mutmainnah Amin 3 Universitas Negeri Makassar 1, 2, 3 caya_94@yahoo.com 1 , kaharuddinbnuru@gmail.com 2 , mutmainnahamin92@gmail.com 3 Abstrak Peran orang tua dalam kemandirian belajar anak merupakan proses paling penting dalam mengarahkan, membimbing, membantu dan menyediakan fasilitas anak agar anak mampu membentuk kepribadian mandiri belajar dan meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran bimbingan orang tua dalam memotivasi anak agar mampu berprestasi di sekolah dan mendeskripsikan peran bimbingan orang tua dalam perkembangan sosial anak. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di SD Negeri 015 Kariangau dan SD Negeri 021 Teluk Waru Balikpapan Barat. Objek penelitian adalah anak sekolah yang tinggal di pesisir kecamatan Balikpapan Barat dan informan (sumber data) adalah kepala sekolah, guru kelas, tata usaha, orang tua dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dan penarikan kesimpulan dilakukan dengan reduksi data, pengumpulan data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data.Berdasarkan hasil penelitian ini mengemukakan bahwa (1) Peran bimbingan orang tua memotivasi anak agar dapat berprestasi di sekolah, yang meliputi antara lain: (a) menumbuhkan kebiasaan belajar dan (b) pemberian penghargaan bagi anak yang perprestasi dan sanksi bagi anak yang melanggar peraturan sudah dilaksanakan sebagaimana peran bimbingan orang tua. (2) Peran bimbingan orang tua dalam pekembangan sosial anak, yang meliputi antara lain: (a) keadaan sosial ekonomi keluarga (b) keutuhan keluarga dan (c) sikap dan kebiasaan orang tua, yaitu sosial ekonomi yang rendah tidak begitu berpengaruh dalam perkembangan sosial anak, hal tersebut karena adanya faktor lain yaitu keutuhan keluarga dan sifat serta kebiasaan orang tua yang menanamkan nilai-nilai baik yang menjadi rambu-rambu anak dalam perkembangan sosialnya. Kata Kunci: Peran bimbingan orang tua, kemandirian belajar, dan sekolah pesisir PENDAHULUAN Peran utama orang tua adalah mengasuh, membimbing, memelihara serta mendidik anak untuk menjadi cerdas, pandai dan berakhlak. Selain itu sebagai orang tua harus mampu menyediakan fasilitas atau keperluan anak dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar anak. Kemandirian pada anak berawal dari keluarga serta dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Di dalam keluarga, orang tualah yang berperan dalam mengasuh, membimbing dan membantu mengarahkan anak untuk menjadi mandiri. Masa anak- anak merupakan masa yang paling penting dalam proses perkembangan kemandirian, maka pemahaman dan kesempatan yang diberikan orang tua kepada anak-anaknya dalam meningkatkan kemandirian sangatlah krusial. Meskipun dunia sekolah juga turut berperan dalam memberikan kesempatan kepada anak untuk mandiri, keluarga tetap merupakan pilar utama dan pertama dalam pembentukan kemandirian anak (Mu’tadin dkk, 2002). Menurut Hurlock (1999), keluarga sebagai lingkungan pendidikan yang pertama dan utama bagi anak, memiliki fungsi transmitter budaya atau mediator social budaya bagi anak. Dalam UU No. 20 tahun 2003 Pasal 27 dinyatakan bahwa “Kegiatan Pendidikan Informal yang dilakukan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri”. Berdasarkan undang-undang tersebut dapat disimpulkan bahwa fungsi keluarga dalam pendidikan adalah untuk menanamkan, membimbing atau membiasakan penggunaan nilai-nilai yang bermanfaat bagi anak. Pribadi yang mandiri atau kemandirian, penting dimiliki oleh setiap individu anak, karena menurut Erikson (Willcox, 2011) dengan kemandirian (self autonomy) anak belajar untuk melatih kontrol diri (self control) tanpa mengurangi rasa harga dirinya (self esteem). Erikson (Santrock, 1995) menambahkan bahwa proses menuju kemandirian ini tentunya membutuhkan contoh (modelling), kasih sayang, lingkungan yang mendukung