Periodic , Vol 10 No 1 (2021) Chemistry Journal of Universitas Negeri Padang e-ISSN : 2339-1197 Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Page 21 Universitas Negeri Padang (UNP) Jl. Prof. Hamka, Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Indonesia, 25131 http://ejournal.unp.ac.id/index.php/kimia Penentuan Limbah Mikroplastik Polyethylene Terephthalate Dengan Metode Glikolisis Dalam Air Laut di Kota Padang Kasma Warni, Indang Dewata * Department of Chemistry, Universitas Negeri Padang Jln. Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat, Padang, West Sumatera, Indonesia Telp. 0751 7057420 *i_dewata@yahoo.com Abstract—Polyethylene Terephthalate (PET) is a type of plastic waste commonly found in the sea especially disposable soft drink bottles. PET plastic waste can decompose into harmful microplastics if swallowed by marine life. This study aims to determine the microplastic content of PET type in seawater in the city of Padang by glycolysis method using ethylene glycol (EG) solvent with a sodium carbonate as catalyst (Na 2 CO 3 ) for depolymerization of PET to be a monomer of bis (2-hydroxyethyl terephthalate) (BHET). Glycolysis is carried out for 1 hour at 196 0 C. In this study, the variation of sodium carbonate (Na 2 CO 3 ) catalyst mass used are 0.02 gram, 0.04 gram, 0.06 gram, 0.08 gram, and 0.1 gram) and variation of ratio PET bottles: ethylene glycol (gram: mL) are 10 : 20, 10:30, 10:40 and 10:50. The result obtained is72.22% BHET product under optimum condition with amount of EG of 30 mL and Na 2 CO 3 catalyst mass of 0.06 grams. The BHET was identified using FTIR to confirm the OH-, C-O, and C = O groups. Seawater samples are taken from three locations namely Padang beach, Tabing beach and Gajah Padang beac. The result shows absence of PET type microplastic in these samples. Keywords: Polyethylene Terephthalate (PET), Glycolysis, bis (2-hydroxyethyl terephthalate) (BHET), Microplastic, Na 2 CO 3. I. PENDAHULUAN Seiring dengan semakin bertambahnya tingkat komsumsi masyarakat dan perkembangan teknologi kebutuhan akan plastik terus meningkat. Hal ini dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari dengan banyaknya jenis barang yang diproduksi berbahan dasar plastik mulai dari pembungkus makanan, mainan anak-anak, elektronik, perabotan rumah tangga, kemasan produk dan masih banyak lagi. Salah satu penyebabnya plastik memilik banyak kelebihan dibandingkan material lain yaitu tekstur mengkilap, licin, anti air, kuat, ringan, anti karat, tahan terhadap bahan kimia serta biaya produksi yang relatif murah. Selain mempunyai kelebihan plastik juga memiliki kelemahan yaitu hampir separuh jenis plastik yang dihasilkan industri tidak dapat terdegradasi dengan mudah dialam. Akibatnya dapat mencemari lingkungan hidup berupa perairan, sungai, danau, pesisir, udara dan tanah [1] Sebagian besar sampah plastik yang dibuang ke lingkungan akhirnya bermuara dilautan. Persentasi sampah plastik yang mencemari laut mencapai 60-80% dari keseluruhan sampah dilaut.Partikel plastik membutuhkan waktu yang lama untuk terdegradasi dan tahan untuk waktu yang sangat lama di lingkungan laut. Sedangkan jumlah limbah ini semakin lama semakin besar sehingga menumpuk diperairan. Sampah plastik yang telah lama di perairan akan terdegradasi menjadi partikel kecil yang biasa disebut mikroplastik (patikel plastik yang ukuran < 5mm). Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan mikroplastik tidak sengaja tercerna oleh organisme laut. Organisme yang terakumulasi mikroplastik dalam jumlah besar akan mengakibatkan penyumbatan pada proses pencernaan, mengganggu proses-proses pencernaan dan menyebabkan kematian [2]. Polietilena Tereflatat (PET) merupakan salah satu jenis sampah plastik yang umum ditemukan dilingkungan terutama dilautan. Sumber polietilena tereflatat (PET) paling banyak adalah botol minuman ringan sekali pakai. Sampah plastik ini tak hanya mencemari lautan tapi juga dapat terurai menjadi mikroplastik sehingga membahayakan kelangsungan makhluk hidup diperairan [3] Laut di kota Padang berpotensi tercemar mikroplastik berdasarkan penelitian [4] mengatakan bahwa sampah