Volume VIII, No.2, April 2023 Hal 5875 - 5882 5875 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 Penerapan Line Balancing Produksi Arm Rear Brake dengan Metode Ranked Positional Weight di PT. Ciptaunggul Karya Abadi Elsa Novianti 1* , Dene Herwanto 2 1,2 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia *Koresponden email: elsanovianti828@gmail.com Diterima: 28 Maret 2022 Disetujui: 3 April 2023 Abstract In the activities of each workstation, efforts are made to ensure that the process time and labor remain optimal. The purpose of this study is to calculate the number of work stations needed by the company so that the production of Arm Rear Brake KWBF gets optimal line balance, increases the efficiency of the work trajectory in the production process and decreases the amount of idle time that occurs in the production of Arm Rear Brake KWBF. One of the methods used to adjust the balancing of workstations is the Ranked Positional Weight method (RPW). The concept of adjusting the production line using the RPW model is applied to increase work efficiency and reduce disruptive time. In the initial condition with the number of workstations, as many as eight got a track efficiency of 58.69%, but after using the RPW method, it changed to 78.26% with the number of workstations as many as six. The smoothness index produced was 0.70 while using the rank positional weight method, it decreased to 0.42. The smaller the value of the Smoothness Index resulting from the calculation of the Smoothness Index, the closer the perfect balance value. With a decrease in idle time will also increase the output produced. Keywords: work station, cycle time, efficiency, line balancing, ranked positional weight Abstrak Pada kegiatan setiap workstation diusahakan agar waktu proses serta tenaga kerja tetap optimal. Tujuan penelitian ini untuk menghitung jumlah workstation yang dibutuhkan oleh perusahaan agar produksi Arm Rear Brake KWBF mendapat keseimbangan lini yang optimal, meningkatkan efisiensi lintasan kerja pada proses produksi serta menurunkan jumlah waktu menganggur (idle time) yang terjadi pada produksi Arm Rear Brake. Salah satu metode yang digunakan untuk menyesuaikan penyeimbangan workstation yaitu metode Ranked Positional Weight (RPW). Penerapan konsep penyesuaian lini produksi dengan memakai model RPW digunakan agar menghasilkan kenaikan efisiensi kerja dan menurunkan waktu menganggur. Pada kondisi awal dengan jumlah stasiun kerja sebanyak 8 mendapat efisiensi lintasan sebesar 58,69%, namun setelah menggunakan metode RPW mengalami perubahan menjadi 78,26% dengan jumlah stasiun kerja sebanyak 6. Smoothness Index yang dihasilkan sebesar 0,70 sedangkan dengan menggunakan metode rank positional weight memperoleh penurunan menjadi 0,42. Semakin kecil nilai dari Smoothness Index yang dihasilkan dari perhitungan Smoothness Index maka akan semakin mendekati nilai keseimbangan yang sempurna. Dengan menurunnya waktu menganggur juga akan meningkatkan outp ut yang dihasilkan. Kata Kunci: stasiun kerja, waktu siklus, efisiensi, line balancing, ranked positional weight 1. Pendahuluan Pada umumnya setiap perusahaan ingin mewujudkan kegiatan produksi seefektif mungkin salah satunya adalah merencanakan penyeimbangan setiap work station agar proses produksi berjalan dengan lancar, serta dapat melakukan peningkatan kualitas dari hasil produksi. Waktu dan tenaga kerja diusahakan tetap optimal pada seluruh kegiatan produksi [1]. PT. Ciptaunggul Karya Abadi merupakan perusahaan swasta Manufactur of Metal Stamping Parts, alat-alat dan Dies. PT. Ciptaunggul Karya Abadi memiliki berbagai pengalaman di bidang pengolahan material menjadi barang jadi. Saat ini perusahaan lebih meningkatkan produktivitas produksi karena permintaan konsumen yang cukup tinggi akan produk yang dihasilkan. Seringnya terjadi penumpukan pada satu mesin mengakibatkan munculnya waktu menunggu pada mesin lain sehingga proses produksi tidak berjalan efisien. Parameter terciptanya keseimbangan lini produksi adalah memaksimalkan efisiensi dan meminimumkan waktu menganggur pada setiap produksi [2]. Terdapat beberapa tujuan dari analisis line balancing ini diantaranya untuk menyeimbangkan setiap beban kerja yang diterima oleh karyawan pada workstation proses produksi arm rear brake. Seringnya terjadi penumpukan pada satu mesin