Prosiding Semnas Politani Pangkep Vol 3 (2022) Multifunctional Agriculture for Food, Renewable Energy, Water, and Air Security Seminar Nasional dalam Rangka Dies Natalis ke-34 Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, Pangkep, 29 September 2022 529 Kadar protein kasar dan serat kasar Kulit kacang tanah yang difermentasi Menggunakan EM4 dengan level yang berbeda Crude protein and fiber levels Fermented Peanut Shells using EM4 with different levels Mughny Maulidya Zainal 1 , Aswin 2 , Dina Mariana 1 , Elsa Damayanti 1 , Muhammad Syarif Samid 2 , Fitriana Akhsan 3* 1 Mahasiswa Program Studi Teknologi Pakan Ternak 2 Mahasiswa Program Studi Agribisnis Peternakan 3 Program Studi Teknologi Pakan Ternak, Jurusan Peternakan, Politani Pangkep *Correspondence author: fitriana.akhsan@yahoo.com ABSTRAK Limbah tanaman pangan dapat dimanfaatkan sebagai pakan pengganti hijauan yang ketersediaanya semakin terbatas. Salah satu limbah yang dapat digunakan adalah limbah kacang tanah yaitu pada bagian kulit kacang tanah. Namun penggunaannya terbatas karena serat kasar tinggi dan protein rendah. Oleh karena itu, teknologi yang dapat digunakan yaitu dengan fermentasi menggunakan Effective Microorganism 4 (EM4). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh fermentasi terhadap kadar protein kasar dan serat kasar dari kulit kacang tanah. Penelitian ini dirancang berdasarkan rancangan acak lengkap 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Fermentasi menggunakan EM4 disusun dengan perlakuan sebagai berikut : P0 = 0% (Kontrol) P1 = 5% EM4 P2 = 10% EM4 P3 = 15% EM4. Paremeter yang diuji dalam analisis proksimat yaitu: Protein Kasar dan Serat Kasar. Hasil yang diperoleh yaitu perbedaan level fermentasi memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar protein kasar kulit kacang tanah. Sedangkan kandungan serat kasar tidak berpengaruh secara nyata (P>0,05) oleh perbedaan level EM4 dalam fermentasi kulit kacang tanah. Kesimpulan penelitian ini yaitu fermentasi kulit kacang tanah menggunakan EM4 dengan kadar 15% memberikan hasil yang paling optimal. Kata Kunci: Fermentasi, Kulit Kacang Tanah, Protein, Serat Kasar ABSTRACT Crude protein and crude fiber levels fermented peanut shells using EM4 with different levels. Food crop waste can be used as a substitute for forage whose availability is increasingly limited. One of the wastes that can be used is peanut waste, namely the peanut shell. However, its use is limited due to high crude fiber and low protein. Therefore, the technology that can be used is fermentation using EM4. The purpose of this study was to determine the effect of fermentation on the levels of crude protein and crude fiber as well as peanut shells. This study was designed based on a completely randomized design with 4 treatments and 3 replications. Fermentation using Effective Microorganism 4 (EM4) was arranged with the following treatment: P0 = 0% (Control) P1 = 5% EM4 P2 = 10% EM4 P3 = 15% EM4. Parameters tested in proximate analysis are: Crude Protein and Crude Fiber. The results obtained were differences in fermentation levels had a significant effect (P<0.05) on the crude protein content of peanut shells. While the crude fiber content was not significantly affected (P>0.05) by differences in EM4 levels in fermented peanut shells. The conclusion of this study is that peanut shell fermentation using EM4 with a level of 15% gives the most optimal results. Keywords: Fermentation, Peanut Shell, Protein, Crude Fiber