Jurkessia, Vol. VI, No. 1, November 2015 Oklivia Libri, dkk. Pendahuluan Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah yang sangat besar dan serius. Disamping prevalensinya yang tinggi dan cenderung meningkat dimasa yang akan datang, hipertensi merupakan gangguan kesehatan dimana keadaan ini tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol dengan pola hidup yang sehat (1). Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Kemenkes RI tahun 2013 menunjukkan bahwa secara nasional 25,8% penduduk indonesia menderita penyakit hipertensi. Dengan prevalensi penderita berdasarkan jenis kelamin 31,9% perempuan dan 28,8% laki-laki (2). Kalimantan selatan memiliki tingkat prevalensi tertinggi kedua di Indonesia yang mencapai 30,8%. Berdasarkan hasil pengumpulan data oleh Dinas Kesehatan Banjarbaru tahun 2014, hipertensi merupakan penyakit terbanyak ke-2 di kota banjarbaru dan wilayah kerja Puskesmas Cempaka berada di urutan teratas dengan prevalensi 27% dari total penderita hipertensi di kota Banjarbaru (3). Hipertensi merupakan gangguan kesehatan dimana keadaan ini tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol dengan pola hidup yang (3). Pola makan adalah salah satu faktor resiko yang dapat diubah, akan tetapi ketidaktahuan menjadi salah satu penyebab seseorang salah dalam memilih makanan. Pengetahuan tentang hubungan penyakit dengan berbagai kebiasaan hidup dapat digunakan untuk mencegah penyakit secara efektif. Diantaranya adalah hal umum yang terjadi pada penderita hipertensi yaitu kurangnya pengetahuan tentang hipertensi maupun konsumsi natrium (4). Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang hubungan tingkat pengetahuan dan konsumsi natrium terhadap tekanan darah penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Cempaka tahun 2015. 20 Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Konsumsi Natrium Terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Cempaka Tahun 2015 Correlation Of Knowledge Level And Sodium Consumption With Blood Pressure Of Patients Hypertension At Work Area Cempaka Health Center 2015 Oklivia Libri 1* , Rijanti Abdurrachim 2 , Dina Mariana 3 1 STIKES Husada Borneo, Jl. A Yani Km 30,5 No 4 Banjarbaru, Kalimantan Selatan 2 Politeknik Kesehatan Banjarbaru, Kalimantan Selatan 3 Alumni STIKES Husada Borneo, Jl. A Yani Km 30,5 No 4 Banjarbaru, Kalimantan Selatan *korespondensi : libri.oklivia@yahoo.com Abstract Hypertension is a medical condition in which a person experiences an increase in blood pressure above normal. The common thing that occurs in patients with hypertension that is the lack of knowledge about hypertension and sodium consumption. The purpose of this study was to determine the relationship of the level of knowledge and consumption of sodium on blood pressure of hypertensive patients. The study design used is cross sectional, the study population was all patients with hypertension in the Cempaka Health Center. The sample was 75 respondents, while sampling was done by a purposive sampling method. Respondent’s data of sodium intake and level of knowledge obtained from an interview with a questionnaire method for knowledge and food recall for sodium intake data. Blood pressure data obtained from the measurement results using a sphygmomanometer. Based on the results of statistical tests (chi-square test) found that there was no correlation between the level of knowledge with blood pressure (p=0,151) and there is a correlation between the level of sodium intake with blood pressure (p=0,000). From the results of this study concluded that although there was no significant correlation between knowledge and blood pressure, a better knowledge of the disease can help prevent and making treatment more effective. Keeping sodium intake will have a considerable influence in lowering blood pressure. Keywords: hypertension, sodium intake, blood pressure, knowledge