Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol. 20 No. 1, 2023, 29 - 42 P-ISSN 0216-5937, E-ISSN 2654-4598 DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v20i1. 23816 Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam. Vol. 2 No. 1, 2023 29 BAJU KURUNG TRADISIONAL: CITRA DIRI PEREMPUAN MELAYU RIAU BERKEARIFAN LOKAL BUDAYA The Traditional Baju Kurung: Self-Image of Malay Women in Riau Ellya Roza 1* , Sindi Ayudia Pama 2 , Sukma Erni 3 , Violeta Inayah Pama 4 1 Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Email: ellya.roza@uin-suska.ac.id 2 Universitas Negeri Yogyakarta Email: sindiayudiapama@gmail.com. 3 Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Email: Sukma.erni@uin-suska.ac.id 4 Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Kifayah Riau Email: Violeta.inayahpama@gmail.com *corespondensi ABSTRAK Artikel ini bertujuan mengkaji baju kurung tradisional sebagai citra diri perempuan Melayu Riau dan bukti bahwa perempuan Melayu Riau memiliki kearifan lokal budaya yang masih bertahan hingga kini. Hal ini disebabkan oleh visi Riau yang termaktub dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Riau Nomor 36 Tahun 2001 dan Perda Kota Pekanbaru Nomor 12 Tahun 2001 tentang pemakaian busana Melayu dilingkungan pendidikan, pegawai negeri sipil, swasta, badan usaha milik daerah, siswa yang ada di Riau. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Kajian ini menemukan bahwa (1) baju kurung tradisional merupakan ekspresi dari identitas perempuan Melayu Riau yang berlandaskan syariat Islam dan dinyatakan dalam Visi Riau yakni Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara. Adanya landasan hukum tersebut, maka baju kurung tradisional menjadi kokoh sebagai citra diri perempuan Melayu Riau; (2) Model dan bentuk baju kurung tradisional adalah dengan menutup seluruh tubuh sebagaimana syariat Islam yang menjadi keyakinan masyarakat Riau. Desain baju kurung tradisional yang digunakan oleh masyarakat Melayu sekarang merupakan warisan dari kearifan lokal dalam bentuk budaya masyarakat masa lalu. Kesimpulannya rancangan pola baju kurung tradisional terlihat unsur pengaruh agama Islam dari segala aspek, baik pada baju bagian atas maupun baju bagian bawah atau yang dikenal dengan sebutan rok. Kata kunci: Baju kurung, Budaya, Melayu Riau, Perempuan, Tradisional. ABSTRAK This article aims to examine traditional baju kurung as a self-image of Riau Malay women and evidence that Riau Malay women have local cultural wisdom that still survives today. This is due to Riau's vision contained in Riau Provincial Regional Regulation Number 36 of 2001 and Pekanbaru City Regional Regulation Number 12 of 2001 concerning the use of Malay clothing in educational environments, civil servants, private sector, regional-owned enterprises, students in Riau. The method used is a qualitative method with an ethnographic approach. The study found that (1) traditional baju kurung is an expression of the identity of Riau Malay women based on Islamic law and expressed in Riau's Vision of Riau as the center of Malay culture in Southeast Asia. The existence of this legal foundation, the traditional bracket clothes become sturdy as a self-image of Riau Malay women; (2) The model and shape of traditional brackets is to cover the whole body as Islamic sharia which is the