AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Vol.9 No.1 Mei 2023 Page 47-54 Hubungan Perilaku Merokok Terhadap Kualitas Hidup Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Tatu Indira Khairunnisa Fazmi 1 , Kurnia Dwi Artanti 2 , Herley Windo Setiawan 3 1 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Jl. Dr. Ir Soekarno, Surabaya, 60115, Indonesia 2 Departemen Epidemiologi, Biostatistika, Kependudukan, dan Promosi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Jl. Dr. Ir Soekarno, Surabaya, 60115, Indonesia 3 Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran,Universitas Airlangga, Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No. 47, Surabaya, 60132, Indonesia * Corresponding Author : kurnia-d-a@fkm.unair.ac.id Abstrak COPD mengacu pada serangkaian gangguan di mana aliran udara terbatas karena kelainan saluran napas atau alveolar dan di mana gejala pernapasan bertahan dari waktu ke waktu. Penyakit ini hasil dari kontak yang terlalu lama dengan zat beracun. Ketika peradangan terus-menerus hadir, saluran udara menyempit, mengurangi recoil paru. Berkurangnya partisipasi dalam aktivitas sehari-hari dikaitkan dengan kualitas hidup yang lebih rendah bagi penderita COPD, dan kondisi yang disebutkan di atas dapat berkontribusi pada hal ini. Tujuan dari peneliti di Rumah Sakit Universitas Airlangga ingin mengetahui seberapa besar dampak merokok terhadap kualitas hidup pasien PPOK. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian analitik observasional cross- sectional. Pengambilan sampel berturut-turut digunakan untuk memilih 90 peserta yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Data sekunder dikumpulkan dari rekam medis, sedangkan data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada pasien di Klinik Paru RSUA. Dalam penelitian ini, kebiasaan merokok partisipan dijadikan sebagai variabel bebas. Sementara kualitas hidup menjadi fokus penelitian ini yang merupakan variabel dependen. Uji chi-square dilakukan pada data. Hasil penelitian terdapat pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik memiliki kualitas hidup yang lebih buruk secara signifikan jika mereka merokok (p=0,023). Pasien PPOK yang melakukan perilaku merokok memiliki risiko tiga kali lipat dibandingkan pasien PPOK yang tidak melakukan perilaku merokok yang diukur dengan Prevalence Ratio (PR) yang dihitung sebesar 2,67. Kesimpulan didapatkan kecenderungan seseorang untuk merokok berpotensi berdampak negatif pada kualitas hidup mereka jika mereka menderita PPOK dimana pasien PPOK di RSUA memiliki korelasi antara kebiasaan merokok dengan kualitas hidup . Oleh karena itu diperlukan peningkatan pengetahuan kepada pasien PPOK terkait dengan akibat perilaku merokok kepada kualitas hidup. Kata Kunci : COPD; Kelainan Saluran Nafas; Rokok; Klinik Paru; Kualitas Hidup The Relationship between Smoking and the Quality of Life of COPD Patients Abstract COPD refers to a range of disorders in which airflow is restricted due to airway or alveolar abnormalities and in which respiratory symptoms persist over time. This disease results from prolonged exposure to toxic substances. When persistent inflammation is present, the airways narrow, reducing lung recoil. Reduced participation in daily activities is associated with a lower quality of life for people with COPD, and the conditions listed above may contribute to this. The aim of researchers at Airlangga University Hospital is to find out how big the impact of smoking is on the quality of life of COPD patients. This research method uses a cross- sectional observational analytic research approach. Successive sampling was used to select 90 participants who met the study's inclusion and exclusion criteria. Secondary data was collected from medical records, while primary data was collected through a questionnaire given to patients at the RSUA Pulmonary Clinic. In this study, the participants' smoking habits were used as an independent variable. While the quality of life is the focus of this study which is the dependent variable. Chi-square test was performed on the data. The results of the study showed that patients with chronic obstructive pulmonary disease had a significantly worse quality of life if