Jurnal Medika Malahayati, Vol. 7, No. 3, September 2023 766 STUDI LITERATUR: FAKTOR PERUBAHAN IKLIM DAN KAITANNYA DENGAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI INDONESIA Muhammad Rayhan Mahardika Prambudi 1* , Vania Rahma Kurniawan 2 , Dayinta Dewayani Hidayat 3 , Hasbi Miftah Faridz 4 , Chahya Kharin Herbawani 5 1-5 Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional VeteranJakarta [*Email Korespondensi: rayhanmhrdka155@gmail.com] Abstract: Factors Of Climate Change And Its Relation To Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) In Indonesia. Dengue hemorrhagic fever is still one of the health problems that occur in Indonesia. Climate change has a major influence on humidity and rainfall, this also has an impact on the development of dengue hemorrhagic fever (DHF) mosquitoes and this is happening in Indonesia. This study aims to determine the factors of climate change with the incidence of dengue hemorrhagic fever in Indonesia. This study uses a literature review study that uses articles from the Google Scholar, Garuda, Pubmed, and ScienceDirect databases. Articles were selected based on inclusion criteria which were considered eligible to be reviewed systematically so that the final results were 15 articles. The result of this study is that climate change has an impact on the state of dengue hemorrhagic fever (DHF) in Indonesia. Several provinces in Indonesia show the influence of climate characteristics such as humidity, rainfall, and temperature. The incidence of DHF in several Indonesian provinces is more influenced by rainfall and humidity. Rainfall as a variable that cannot be controlled is the main factor affecting temperature and humidity so that breeding factors such as breeding places and hatching of mosquito eggs become more optimal. Therefore, behavior in environmental management to prevent dengue needs to be carried out such as the 3M+ movement which consists of draining the water reservoir, closing the water reservoir, burying used goods, using insecticide-treated mosquito nets, sprinkling abate powder in the water reservoir, using mosquito repellent, hanging dirty clothes, and installation of wire screens on house ventilation. Keywords : Climate Change, Dengue Hemorrhagic Fever, Indonesia Abstrak: Studi Literatur: Faktor Perubahan Iklim Dan Kaitannya Dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Indonesia. Demam berdarah dengue masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang terjadi di Indonesia. Perubahan iklim memiliki pengaruh yang besar terhadap kelembaban dan curah hujan, hal ini juga berdampak pada perkembangan nyamuk demam berdarah dengue (DBD) dan hal ini terjadi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor perubahan iklim dengan kejadian demam berdarah dengue di Indonesia. penelitian ini menggunakan studi literature review yang menggunakan artikel dari database Google Scholar, Garuda, Pubmed, dan ScienceDirect. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang dianggap memenuhi syarat untuk ditinjau secara sistematis sehingga didapatkan hasil akhir 15 artikel. Hasil dari penelitian ini adalah perubahan iklim memiliki pengaruh terhadap keadaan demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia. Beberapa provinsi di Indonesia menunjukkan adanya pengaruh dari karakteristik iklim seperti kelembaban, curah hujan, dan suhu. Kejadian DBD di beberapa provinsi Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh curah hujan dan kelembaban. Curah hujan sebagai variabel yang tidak dapat dikontrol menjadi faktor utama yang mempengaruhi suhu dan kelembaban sehingga faktor perkembangbiakan seperti breeding place dan penetasan telur nyamuk menjadi makin optimal. Oleh sebab itu, perilaku dalam manajemen lingkungan untuk