Vol. 20, No. 3, Nopember 2018: 277 - 281 Sosiohumaniora - Jurnal Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora ISSN 1411 - 0903 : eISSN: 2443-2660 DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i3.15590 KOMUNIKASI PEMASARAN PRODUK KOMODITAS LOKAL BERBASIS KOMUNITAS MELALUI PENGGUNAAN MEDIA (Studi Kasus FruitsUp, UMKM di Jatinangor) Santi Susanti 1 , Dwi Purnomo 2 , Wahyu Gunawan 3 dan Diana Sari 4 1 Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran 2 Fakultas Teknologi Industri Pangan, Universitas Padjadjaran 3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran 4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor, 456363 E-mail: santi.susanti@unpad.ac.id ABSTRAK, FruitsUp merupakan salah satu produk UMKM Unpad yang berhasil melakukan diversifkasi produk olahan mangga menjadi puree buah. Pengembangan bisnis melalui Fruters Model mampu menjadikan bisnis FruitsUp yang dimulai dari skala kecil berjalan selama tiga tahun dan berkembang cukup baik dari sisi asset maupun kekayaan sumber daya manusianya. Meski demikian, pengembangan masih dilakukan FruitsUp, salah satunya perluasan pemasaran, agar produk dapat menjangkau lebih banyak target pasar sehingga skala penjualan dan skala produksi meningkat. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi pemasaran FruitsUp dalam menjangkau target pasar lebih luas melalui media massa dan media jejaring sosial. Hasil penelitian menunjukkan, televisi, radio, surat kabar dan media sosial dijadikan saluran komunikasi untuk mengenalkan FrutsUp secara luas kepada masyarakat. Perancangan dan penyampaian pesan disesuaikan dengan media yang digunakan. Melalui media massa dan jejaring sosial, diharapkan selain dikenal luas, FuitsUp dapat memberikan nilai tambah baik dari sisi pemasaran produk, maupun dari sisi peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Kata kunci: FruitsUp; Fruters Model; komunikasi pemasaran; media; nilai tambah MARKETING COMMUNICATION OF LOCAL COMMODITIES PRODUCTS WITH COMMUNITY- BASED THROUGH MEDIA USAGE (Case Study of FruitsUp, UMKM in Jatinangor) ABSTRACT, FruitsUp is one of the UMKM Unpad products that successfully diversify the processed mango products into fruit puree. Fruters Model Business development is enable to make the business run for three years and develop quite well in terms of assets and wealth of human resources. Nevertheless, FruitsUp’s development is still underway, one of which is the expansion of marketing, so the product can reach more target market, the scale of sales and production increases also. This study aims to determine the marketing strategy of FruitsUp to reach the target market more broadly through the mass media and social media. The results show that mass media and social media became a channel of communication to introduce FruitsUp broadly. The use of mass media and social networking is expected that besides being widely known, FruitsUp can provide added value in terms of product marketing, as well as the improvement of community welfare and health. Key words: FruitsUp; Fruters Model; marketing communication; media, added value PENDAHULUAN Jawa Barat termasuk ke dalam salah satu produsen mangga terbesar di Indonesia bersama dengan Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, NTB dan NTT (Deliana, dkk., 2014). Salah satu varian yang banyak dihasilkan adalah mangga gedong gincu. Wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) adalah penghasil mangga gedong gincu di Jawa Barat. Pada setiap panen, jumlah mangga seringkali berlebih. Akibatnya, harga jualnya menjadi turun dan banyak mangga yang dibuang. Pada tahun 2014, sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran, yang sedang merintis wirausaha, menawarkan solusi kepada para petani mangga di Ciayumajakuning, berupa input teknologi pengelolaan pangan yang mengubah buah mangga utuh menjadi bubur buah atau puree, yang dapat dikonsumsi kapanpun, tanpa terikat musim mangga. Dengan demikian, tidak ada lagi mangga yang terbuang pascapanen dan nilai tambah pada mangga hasil panen para petani pun meningkat. Adanya kepastian hilirisasi produk menjadikan para petani bersemangat merawat tanaman mangganya. Jenis mangga yang diolah saat ini adalah gedong gincu, harum manis dan kuweni. Mangga yang sudah diolah menjadi bubur buah tersebut kemudian dikemas kembali ke dalam botol menjadi produk minuman mangga berlabel FruitsUp. Pengembangan produk yang dilakukan Fruits Up menggunakan konsep sociopreneurship, yakni kegiat- an sosial melalui jiwa kewirausahaan. Masyarakat dibantu untuk mandiri melalui kewirausahaan. Pende- katan sociopreneurship dirancang untuk memiliki rantai manfaat yang panjang, sehingga memberikan nilai pada objek sosial yang ditujunya, serta diarahkan untuk menyebar nilai guna dan nilai tambah yang besar bagi masyarakat. (unpad.ac.id, 21/11/2014). Konsep sociopreneurship yang ditawarkan FruitsUp, memiliki proft dan beneft bagi para stakeholder yang terlibat di dalamnya. Proft yang diperoleh digunakan