ISSN : 0853-8999 81 Sumardani N. L. G. , I W. Suberata, N. M. Artiningsih, dan K. Budaarsa KAJIAN AKTIVITAS OVARIUM BABI LANDRACE DAN BABI BALI HASIL PEMOTONGAN DI RUMAH POTONG HEWAN TRADISIONAL SUMARDANI N. L. G. , I W. SUBERATA, N. M. ARTININGSIH, DAN K. BUDAARSA Lab. Reproduksi Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Udayana e-mail: nlg_sumardani@unud.ac.id ABSTRAK Status reproduksi babi betina, dapat dilihat dari tingkat aktivitas ovariumnya, yang ditandai dengan adanya sejumlah folikel dan corpus luteum di dalam ovarium. Dengan mengetahui tingkat aktivitas ovarium babi betina, akan dapat dilihat tingkat performan reproduksi lainnya. Pada penelitian ini digunakan masing-masing 100 buah ovarium dari masing-masing 50 ekor babi landrace dan babi bali, yang dibagi dalam tiga kelompok bobot potong, yaitu (A) 60-70 kg; (B) 71-80 kg; dan (C) 80-90 kg. Variabel yang diamati adalah dimensi ovarium, jumlah folikel dan corpus luteum pada ovarium kanan dan kiri. Analisa data deskritif kuantitaif disertai Uji-t untuk mengetahui perbandingan antara aktivitas ovarium kanan dan kiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata berat ovarium kanan dan kiri pada babi landrace adalah 5,70±1,22 g; 6,77±0,96 g, dan pada babi bali adalah 4,89±1,47 g; 6,13±1,46 g. Rata-rata jumlah folikel dominan pada ovarium kanan dan kiri babi Landrace adalah 6,54±1,81 buah; 9,78±1,58 buah, dan pada babi bali adalah 5,82±1,90 buah; 8,91±1,50 buah. Jumlah corpus luteum pada ovarium kanan dan kiri babi landrace rata-rata 5,49±2,22 buah; 8,16±1.86 buah, dan pada babi bali adalah 5,27±2,23 buah; 7,69±2,22 buah. Hasil Uji-t menunjukkan bahwa rata-rata jumlah folikel dominan dan corpus luteum ovarium kiri nyata lebih banyak (P<0,05) dibanding ovarium kanan. Persentase folikel dominan dan corpus luteum tertinggi terdapat pada babi kelompok bobot potong (C) 80-90 kg. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aktivitas ovarium kiri lebih aktif dibandingkan dengan aktivitas ovarium kanan, dan aktivitas ovarium berkorelasi positif terhadap berat ovarium, yang merupakan indikasi adanya aktivitas ovarium dalam memprodukai sel telur dan hormon reproduksi. Kata kunci: aktivitas ovarium, folikel, corpus luteum, babi bali, babi landrace OVARIUM ACTIVITIES OF LANDRACE AND BALI SOWS AT TRADITIONAL SLAUGHTER HOUSING ABSTRACT The reproductive status of sows can be analyzed based on its level of ovarian activities characterized by the presence of a number of follicles and corpus luteum in the ovary. The study of level of ovarium activity of sows observed the level of other reproductive performance. In this study, 100 ovaries in each 50 Landrace and bali sows were divided into three groups of sows weighs slaughtering as of 60-70 kg (A); 71-80 kg (B); and 80-90 kg (C). The variables observed were dimensions of ovary, the number of follicles and corpus luteum in the right and left ovaries. Quantitative data with quantitative t-test determines the comparison on right and left ovary activities. It showed that the average weight of right and left ovaries in landrace sows were 5.70 ± 1.22 g; 6.77 ± 0.96 g, and 4.89 ± 1.47 g; 6.13 ± 1.46 g in bali sows. The average number of dominant follicles on the right and left ovaries of landrace sows were 6.54 ± 1.81 f follicles; 9.78 ± 1.58 follicles, and on bali sows is 5.82 ± 1.90 follicles; 8.91 ± 1.50 follicles. The number of corpus luteum on the right and left ovaries of the Landrace were 5.49 ± 2.22 CL; 8.16 ± 1.86 CL, and on bali sows is 5.27 ± 2.23 CL; 7.69 ± 2.22 CL. The t-test results showed that average number of dominant follicles and corpus luteum in left ovary were signifcantly greater (P <0.05) compared to the right ovary. The highest percentage of dominant follicles and corpus found in sows of slaughter grouping 80-90 kg (C). It can be concluded that left ovary activity was more active than right ovary, and ovarian activity positively correlated with ovarian weight which indicating ovarian activity in egg cell production and reproductive hormone. Keywords: ovarium activity, follicle, corpus luteum, bali sows, landrace pig