KAJIAN PENYEDIAAN LAJUR SEPEDA DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Yoga Pranata, Yudha Kiago Setyawan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan M.T. Haryono 167, Malang 65145 Email: ypranata@yahoo.com, yudhakiago@gmail.com ABSTRAK Penggunaan kendaraan bermotor pribadi di lingkungan Universitas Brawijaya (UB) mengalami peningkatan yang dapat menyebabkan kemacetan dan polusi. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian tentang penerapan sistem transportasi berkelanjutan di kampus UB, salah satunya adalah penggunaan sepeda sebagai moda transportasi di dalam kampus yang diiringi dengan manajemen lalu lintas dan pengendalian parkir. Kajian penyediaan lajur sepeda di kampus UB dilakukan dengan menganalisis data persepsi yang didapat dari kuesioner dengan responden mahasiswa, karyawan dan dosen serta pengguna sepeda yang ada di lingkungan UB dengan total responden sebanyak 500 orang. Data dianalisis menggunakan regresi logistik. Selain itu juga dilakukan survei traffic counting di beberapa ruas jalan UB untuk mengetahui kapasitas jalan dan tingkat pelayanan jalan (LOS). Untuk mengetahui prioritas penyediaan lajur sepeda di UB dilakukan survei dengan responden stakeholder dan akademisi yang selanjutnya diolah dengan AHP (Analytic Hierarchy Process). Hasil akhir penelitian ini adalah lay out lajur sepeda yang sesuai diterapkan di UB. Dari hasil regresi logistik didapat nilai utilitas U Y1 = -3,091 + 2,136.X13 dan U Y2 = 3,106 + (-1,497)X4. Diketahui bahwa responden pesepeda yang waktu tempuhnya kurang dari 10 menit memiliki peluang untuk pindah menggunakan kendaraan bermotor sebesar 0,2778 (peluang untuk menggunakan sepeda sebesar 0,7222). Responden pesepeda yang penghasilan pribadi atau orang tua lebih dari 3 juta memiliki peluang untuk pindah menggunakan kendaraan bermotor sebesar 0,8333 (peluang untuk menggunakan sepeda sebesar 0,1667). Hasil analisis AHP disimpulkan bahwa aspek yang berpengaruh dalam alternatif penyediaan lajur sepeda adalah, aspek keselamatan (sebesar 0,24165), aspek kesesuaian master plan kampus (sebesar 0,19155), aspek waktu tempuh/ kelancaran (sebesar 0,14928), aspek manfaat (sebesar 0,12953), aspek kenyamanan (sebesar 0,12840), aspek lingkungan (sebesar 0,11633) dan aspek biaya (sebesar 0,04325). Selain itu juga didapat nilai CR ( Consistency Ratio) rata-rata sebesar 0,057 (< 0,1). Urutan prioritas penyediaan lajur sepeda di UB mulai dari yang terbesar adalah, Alternatif I (perlu lajur sepeda permanen) sebesar 0,496821, Alternatif II ( Perlu lajur sepeda tidak permanen) sebesar 0,34289, Alternatif III (Tidak perlu lajur khusus sepeda) sebesar 0,16029. Kata Kunci: Persepsi, Pesepeda, AHP, Regresi Logistik, LOS PENDAHULUAN Peningkatan jumlah mahasiswa baru di Universitas Brawijaya juga diiringi dengan peningkatan jumlah penggunaan kendaraan bermotor dalam lingkungan kampus. Saat ini Universitas Brawijaya memiliki lebih kurang 72.000 mahasiswa yang tersebar di 12 fakultas dan 2 program setingkat fakultas dan 1.852 dosen tetap. Peningkatan ini tidak diimbangi dengan peningkatan prasarana jalan dan tempat parkir sehingga berdampak pada kemacetan lalu-lintas area kampus. Sebagian besar badan jalan berubah fungsi menjadi tempat parkir (on street parking) akibat tidak terpenuhinya kebutuhan parkir kendaraan bermotor. Berdasarkan permasalahan yang terjadi timbul ide perencanaan sistem transportasi kampus yang berkelanjutan yaitu dengan penggunaan transportasi non motor tanpa emisi berupa sepeda. Untuk dapat memenuhi usulan tersebut diperlukan kajian mendalam tentang penerapan lajur khusus sepeda sebagai salah satu infrastruktur penunjang sistem transportasi kampus berkelanjutan non-polusi dilihat dari segi ketersediaan lahan dan karakteristik pesepeda di lingkungan Universitas Brawijaya. TINJAUAN PUSTAKA Lajur Sepeda Lajur sepeda (bicycle lane) merupakan lajur yang khusus diperuntukkan untuk pengguna sepeda dan kendaraan tidak bermesin bertenaga manusia. Lajur khusus sepeda terpisah dari lalu-lintas kendaraan bermotor guna meningkatkan keselamatan lalu lintas pengguna sepeda. Pemisahan lajur khusus sepeda dengan kendaraan bermotor dapat berupa pemisahan secara fisik maupun hanya dengan pemisahan dengan marka jalan. Berdasarkan modul sepeda Bina Marga, lajur sepeda digolongkan menjadi: a. Tipe lajur sepeda di badan jalan b. Tipe lajur sepeda di trotoar c. Tipe lajur sepeda tidak di badan jalan