SEWAGATI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 2021 (e-ISSN:2613-9960) DOI: 10.12962/j26139960.v5i3.31 Naskah Masuk 09-03-2021; Naskah Diulas 11-07-2021; Naskah Diterima 15-07-2021 NASKAH ORISINAL Penerapan Teknologi Vacuum Seal untuk Meningkatkan Daya Tahan Produk Olahan Ikan di Sentra Ikan Bulak Aida Annisa Amin Daman* | Wiwiek Hendrowati | Ari Kurniawan Saputra | Latifah Nurahmi Departemen Teknik Mesin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia Korespondensi *Aida Annisa Amin Daman, Departemen Teknik Mesin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia. Alamat e-mail: aida@me.its.ac.id Alamat Laboratorium Rekayasa Vibrasi dan Sistem Otomotif, Departemen Teknik Mesin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia Abstrak Pemasaran produk erat kaitannya dengan cara pengemasan yang baik dan menarik. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengemasan makanan yaitu pemilihan bahan pengemasan yang harus sesuai dengan jenis makanan itu sendiri. Permasalahan cara pengemasan ini dialami oleh pedagang ikan asap dan ikan segar di Sentra Ikan Bulak (SIB), Surabaya. Pembeli ikan di SIB terbatas hanya pada masyarakat sekitar Sura- baya, sedangkan pembeli dari luar kota kurang berminat karena pengemasan ikan rawan bocor dan bau jika dibawa dalam perjalanan panjang. Sehingga teknologi pe- ngemasan yang lebih modern dengan vacuum seal sangat diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Publikasi ini melaporkan kegiatan pengabdian yang memberikan penyuluhan serta menerapkan teknologi vacuum seal kepada SIB sehingga produk olahan ikan dapat bertahan lebih lama dan penjualan ikan di SIB dapat meningkat. Kata Kunci: pengemasan, pemasaran, produk olahan ikan, teknologi, vacuum seal 1 PENDAHULUAN Sentra Ikan Bulak (SIB) yang terletak di pesisir utara Surabaya, tepatnya di Kecamatan Bulak, merupakan tempat yang menaungi pedagang dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam memasarkan produk-produk olahan hasil laut. Beberapa produk yang dipasarkan berupa aneka kerupuk ikan, ikan asap, ikan segar, dan aksesoris dari kerang. Tempat penjualan memiliki kondisi yang bersih dan teratur seperti ditunjukkan pada Gambar 1 a dan 1 b, namun pedagang masih mengeluhkan jumlah pembelian luar kota yang sedikit terutama pada produk ikan asap dan ikan segar. Salah satu penyebab masalah ini adalah karena cara pengemasan produk yang masih menggunakan tas plastik biasa. Penggunaan tas plastik tersebut dinilai tidak efisien karena dapat menimbulkan aroma tidak sedap saat dibawa dalam mobil, serta air dari ikan rawan bocor selama perjalanan. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan memperbaiki cara pengemasan produk ikan. Tata cara pengemasan suatu produk sebenarnya telah diatur dalam PP No.69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan [4]. Peraturan tersebut membahas bebe- rapa variabel yang diatur berupa nama produk, bahan produk, tanggal kadaluarsa produk, dan keterangan-keterangan lain yang