udara, sehingga seorang penderita tuberkulosis merupakan sumber penyebab penularan tuberku- losis.WHO memperkirakan terdapat 9,6 juta kasus TB pada tahun 2014 namun hanya 6 juta kasus yang terlaporkan, artnya terdapat 3,6 juta kasus yang tdak terdiagnosis atau tdak terlaporkan. Se- mentara itu, 58% kasus TB dunia diantaranya ter- Risiko Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep Tuberkulosis merupakan penyebab utama kedua kematan akibat penyakit menular di seluruh dunia setelah HIV/AIDS. Menurut laporan WHO, diseluruh dunia setap tahun ditemukan 8 juta kasus baru. Indonesia merupakan negara penyumbang kasus TB terbesar kedua setelah India (23%) yaitu sebesar 10%. Jumlah kasus TB Paru BTA positf di Indonesia pada tahun 2015 sebanyak 176.667 kasus. Dinas Kesehatan Kabupaten pangkep mencatat jumlah kasus TB Paru pada tahun 2016 sebanyak 379 kasus. Untuk Puskesmas Liukang Tupabbiring sendiri jumlah kasus TB Paru pada tahun 2016 sebanyak 33 kasus dengan angka kematan 6 kasus. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit TB Paru sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang pentng. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Liukang Tupabbiring Kabupat- en Pangkep. Penelitan ini merupakan penelitan observasional analitk dengan menggunakan desain case control. Populasi penelitan adalah seluruh penduduk yang tnggal di Pulau Ballang Lompo dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang terdiri dari 30 kasus dan 30 kontrol dengan teknik pengam- bilan sampel yaitu total sampling. Pengumpulan data mengunakan kuesioner dan lembar observasi. Instrumen penelitan adalah rollmeter, thermohygrometer,dan tmbangan digital. Faktor risiko kejadi- an TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep adalah jenis kelamin (p value= 0,438, OR= 1,714), pengetahuan (p value= 0,034, OR= 3,755), kepadatan hunian (p value= 0,747, OR= 1,522), luas ventlasi (p value= 0,045, OR= 6,000), kelembaban (p value= 0,033, OR= 5,211), dan jenis lantai (p value= 1,000, OR= 1,144). Sedangkan yang bukan merupakan faktor risiko kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep adalah umur (p value= 0,182, OR= 0,306), status gizi (p value=0,144, OR= 0,345), status merokok (p value= 0,211, OR= 0,412) dan suhu. Diharapkan bagi penelit selanjutnya untuk mengkaji lebih mendalam mengenai variabel yang tdak berhubungan dengan kejadian TB paru. Kata Kunci : Faktor Risiko, Kejadian TB Paru Abstrak P E N E L I T I A N Dwi Santy Damayat 1 *, Andi Susilawaty 2 , Maqfrah 3 *Korespondensi : santy@uin-alauddin.ac.id 1,2,3 Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar ISSN (Print) : 2443-1141 ISSN (Online) : 2541-5301 Pendahuluan Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Mikobakterium ini dtransmisikan melalui droplet