PENGGUNAAN METODE JARINGAN NEURAL PERCEPTRON UNTUK
MENGENAL POLA KARAKTER KAPITAL
Zaiful Bahri
1
Dosen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Riau
Abstrak
Pemodelan dengan jaringan neural merupakan pembelajran dan penyesuaian dari suatu objek.
Metode perceptron merupakan metode pembelajaran dengan pengawasan dalam sistem jaringan syaraf
tiruan. Dalam mengenal pola beberapa huruf diperlukan beberapa neuron untuk membedakannya.
Neuron-neuron akan menghasilkan nilai kombinasi yang digunakan untuk mengenal pola huruf-huruf
tersebut. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenal pola huruf kapital A, B, C, D dan E. MATLAB
digunakan untuk mensimulasikan proses pembelajaran menggunakan metode jaringan neural perceptron.
Kata-kunci : Jaringan syaraf, Perceptron, Model, Pengenalan Pola, Pembelajaran
A. Pendahuluan
Pemodelan dengan jaringan neural
merupakan pembelajaran dan penyesuaian suatu
objek. Model-model jaringan neural dapat
diklasifikasikan menurut beberapa kriteria, seperti
metode pembelajaran. Menurut arsitekturnya, tipe
input dapat berupa biner atau bipolar, begitu juga
untuk output (biner atau bipolar). Dalam hal ini
pemodelan dipandang dari kumpulan data input-
outputnya. Pemodelan dengan perceptron
menggambarkan suatu usaha untuk membangun
kecerdasan dan sistem pembelajaran sendiri
menggunakan komponen sederhana yang berasal
dari model jaringan biologi yang diperkenalkan
oleh McCuulloch dan Pitts (1943). Berikutnya
Rosenbaltt (1950) merancang perceptron dengan
menguraikan pemodelan kemampuan sistem
pengenalan pola untuk sistem penggambaran
biologi. Metode perceptron merupakan metode
pembelajaran dalam sistem jaringan neural,
sehingga jaringan yang dihasilkan harus
mempunyai parameter yang dapat diatur dengan
cara mengubah pembelajaran dengan pengawasan.
Jaringan neural terdiri dari sejumlah neuron dan
sejumlah masukan.
Dalam merancang jaringan neural yang
perlu diperhatikan adalah banyaknya spesifikasi
yang akan diidentifikasi dan jumlah neuron yang
akan digunakan.
B. Metode
Persiapan menggunakan perceptron untuk
aplikasi pengenalan pola digambarkan sebagai
elemen matrik yang berisi 0 dan 1. Layer pertama
pada perceptron dinyatakan dengan suatu
kumpulan dari “detector tanda” sebagai isyarat
input untuk mengetahui tanda khusus. Layer kedua
(output) mengambil output dari tanda khusus
dalam layer pertama dan mengklasifikasikan pola
data yang diberikan. Pembelajaran dinyatakan
dengan membuat aturan hubungan yang relevan
(bobot
) dengan suatu nilai threshold (nilai
ambang ). Untuk persoalan dua kelas, layer
output biasanya mempunyai hanya satu
node(simpul). Untuk persolan kelas- dengan
, layer output biasanya mempunyai n simpul
yang masing-masing berkorespondensi terhadap
suatu kelas.
Setiap fungsi dalam layer 1 adalah fungsi
tetap/konstan yang dihitung terdahulu, memetakan
semua atau sebagian pola input ke dalam nilai
biner
atau suatu nilai bipolar
. Satuan output adalah suatu unsur ambang
linear dengan nilai ambang yang dinyatakan
dengan :
J. Pilar Sains 6 (2) Juli 2007
© Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Riau
ISSN 1412-5595