Vol. 2, No. 1, Maret 2016 |87 KEMAMPUAN MANAJERIAL DALAM PEMBERDAYAAN DOSEN PEREMPUAN (Studi Gender Pada STAI Yasni Kabupaten Muara Bunggo, STAI Syekh Maulana Qori Kabupaten Merangin, dan STAI AN-Nadwah Kabupaten Kuala Tungkal di Lingkungan Wilayah Kopertais XIII Provinsi Jambi) Maisah Dosen Program Pasca Sarjana Institut Agama Islam Negeri Sulthan Thaha Saipuddin Jambi Abstrak Kemampuan manajerial dari ketiga STAI sangat berbeda, ada yang sudah memiliki cukup berpengalaman menjadi pemimpin, begitu juga sebaliknya ada yang kurang cukup memiliki pengalaman. Akan tetapi kasus yang hampir sama kurangnya upaya dalam meningkatkan pemberdayaan dosen perempuan yang setara dengan dosen laki-laki, terutama pemberdayaan dosen perempuan untuk menduduki jabatan yang ada di lingkungan STAI seperti wakil Ketua I, II, dan III, begitu juga untuk menduduki jabatan ketua prodi dari empat prodi yang dimiliki oleh STAI masing-masing. Artinya pemberdayaan dosen perempuan di STAI masih mendapat diskriminasi oleh Ketua STAI itu sendiri. Maka dari itu, dalam menghadapi MEA dosen perempuan harus diberdayakan sama dan setara dengan dosen laki-laki. Kata Kunci: Kemampuan Manajerial, Pemberdayaan Perempuan (Studi Gender) A. Pendahuluan Menurut Stoner yang dikutif WahyudiManajer adalah orang yang menggunakan semua sumber Daya manusia untuk mencapai tujuan. 1 Hasibuan juga mengemukakan bahwa manajer adalah seseorang yang mencapai tujuannya melalui kegiatan-kegiatan orang lain. 2 Pidarta, menjelaskan dalam dunia pendidikan manajer adalah seseorang yang menjalankan aktivitas untuk memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. 3 Gie, menjelaskan bahwa kemampuan manajerial meliptuti; 1) kecakapan mengetahui dan memahami tentang pekerjaannya, 2) kecakapan menggerakan organisasi secara spesipik, 3) Kecakapan menerapkan dasar-dasar, asas-asas dan pokok dasar manajemen. 4 Manajemen adalah salah satu persoalan penting dalam pendidikan Islam. Karena kemunduran Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta, atau pun terpuruknya output mahasiswa, tidak terlepas dari proses manajemen yang kurang tepat. Sikap etos kerja yang 1 Wahyudi, Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Organisasi Pembelajaran, Bandung:Alfabeta, 2009, h. 67 2 Hasibuan, Manajemen Dasar Pengertian dan Masalah, Jakarta: Bumi Aksara 2001, h. 43 3 Pidarta, Manajemen Pendidikan Indonesia, Jakarta: Bumi Aksara, 1986, h.146. 4 Gie, Unsur-unsur Administrasi, Yogyakarta: Supersukses, 2002, h. 203