EDUPROXIMA 5(2) (2023) 234-241 234 PENGARUH MULTIMEDIA BUKU DIGITAL MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Arini Haqque 1) , Haning Hasbiyati *2) , Benny Afandi 3) 1,2,3) Program Sarjana Pendidikan Biologi Universitas Islam Jember *Corresponding author e-mail: haninghasbiyati@gmail.com *2) ABSTRAK Buku digital bentuk daripada media pembelajaran dinilai efisien dan efektif dalam menunjang hasil belajar siswa, karena didalamnya selain terdapat gambar atau fitur-fitur berupa animasi, berita, juga terdapat video yang dapat memberikan visualisasi materi dengan lebih jelas dan nyata sehingga siswa dengan mudah dalam pemahaman materi. Mengetahui adakah pengaruh buku digital materi pencemaran lingkungan terhadap hasil belajar siswa merupakan maksud dari penelitian ini. Pemecahan masalah dengan metode quasi eksperimen oleh desain the post-test only control grup. Kegiatan penelitian dengan dua kelas, buku digital diterapkan pada kelas eksperimen sedangkan kelas kontrol menggunakan buku LKS. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan buku digital dengan materi pencemaran lingkungan terhadap hasil belajar siswa, sehingga hal ini dinilai efektif sebagai media dalam pembelajaran siswa dengan hasil memperlihatkan rata-rata dalam nilai post test kelas eksperimen lebih unggul dibandingkan oleh kelas kontrol. Keyword : buku digital; pencemaran lingkungan; hasil belajar PENDAHULUAN Era digital 4.0 mengubah segala akses kehidupan salah satunya dalam sektor pendidikan. Pendidikan menjadi bagian penting dalam menunjang generasi cemerlang dimasa mendatang. Pendidikan yang baik tentunya berawal dari tenaga pendidik yang memiliki kompetensi mumpuni dan yang mampu beradaptasi atas segala perubahan yang ada. Dengan perubahan yang ada, segala jenis aspek dalam dunia pendidikan harus memiliki pondasi yang kuat, yaitu dari segi tenaga pendidik maupun lembaga pendidikan (Muliastrini, 2019). Dimulai dari kurikulum, model, manajemen, sistem, pendekatan, dan strategi pembelajaran dari adanya peningkatan keterampilan literasi. Langkah yang ditempuh salah satunya yaitu memperkuat kemampuan literasi untuk tenaga pendidik dan instansi pendidikan dalam literasi lama (menulis, membaca, dan berhitung) hingga literasi baru (teknologi, talent atau humanisme, data) (Ibda, 2018). Pada 17 Januari 2018, usulan literasi baru telah dibuka secara resmi oleh Kemristek Dikti. Hal tersebut dilakukan dalam bentuk upaya bekal Kemenristek Dikti menempuh diruption era (ketercerabutan). SDM, data, dan teknologi masuk dalam literasi baru. Manusia hendaknya menggunakan dan mengolah data serta mengaplikasikannya pada teknologi serta dapat memahami maupun mencerna penggunaan teknologi (Ajizah, 2021). Penggunaan teknologi menjadi suatu hal yang dapat meningkatkan produktivitas/efisiensi dan