JIUBJ Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 19(3), Oktober 2019, pp.661-665 DOI 10.33087/jiubj.v19i3.761 ISSN 1411-8939 (Online) | ISSN 2549-4236 (Print) Desi Andriani, Husna Yetti, Roza Sriyanti 661 Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal di Wilayah Kerja Puskesmas Air Tawar Kota Padang Desi Andriani 1 , Husna Yetti 2 , Roza Sriyanti 3 1 Prodi S2 Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas andalas Padang 2 Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Kedokteran Unand Padang 3 Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Unand Padang Correspondence email: desiandriani2578@yahoo.com Abstrak. Pelayanan antenatal atau asuhan antenatal adalah suatu program yang terencana merupakan observasi, edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan. Indikator yang digunakan untuk menilai akses ibu hamil terhadap pelayanan antenatal yaitu pengarahan K1 (kunjungan pertama) adalah kontak ibu hamil terhadap petugas kesehatan dan K4 (kunjungan perspektif) adalah kontak ke 4 kali atau lebih dengan tenaga kesehatan. Dari data Dinas Kesehatan Kota Padang diperoleh Puskesmas Air Tawar dengan yang rendah ini disebabkan oleh berbagai faktor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berkaitan dengan penggunaan pelayanan antenatal. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional dengan jumlah responden 110 ibu hamil trimester IIIdengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi squre. Dari hasil penelitian yang diperoleh dari lima faktor yang diteliti ditemukan faktor yang berhubumgan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal di Puskesmas air tawar adalah akses atau jarak dengan nilai pvalue 0,009 = OR 21,676), faktor ktersediaan layanan dengan nilai pvalue 0,001= OR 9,293, faktor peran bidan dengan nilai pvalue 0,001 = OR 12,302, sedangkan faktor penghasilan keluarga, keluhan penyakit didapatkan hasil tidak ada hubungannya dengan pemanfaatan pelayanan antenatal. Saran penulis perlu adanya koordinasi yang baik dengan Bidan Praktik Mandiri (BPM), lakukan revitalisasi puskesmas ke tempat yang lebih strategis dan perbaiki fasilitas yang lebih baik perbaiki aksesibilitas yang bisa di minimalisir, mengupayakan untuk menjangkau ibu hamil khususnya untuk aksesibilitas yang kurang terjangkau. Kata kunci: faktor Ibu hamil; pemanfaatan pelayanan antenatal Abstract. Antenatal care or antenatal care is a planned program that is observation, education and medical treatment for pregnant women, to obtain a safe and satisfying pregnancy and childbirth process. The indicator used to assess the access of pregnant women to antenatal care is K1 direction (first visit) is the contact of pregnant women to health workers and K4 (perspective visit) is 4 or more times contact with health workers. From the data of the Padang City Health Office, it was found that the Air Tawar Puskesmas with this low level was caused by various factors. The purpose of this study was to determine factors related to the use of antenatal services. This type of research is a quantitative study with cross sectional study design with 110 respondents of third trimester pregnant women with purposive sampling technique. Data analysis was performed univariate, bivariate with Chi squre test. From the research results obtained from the five factors studied, it was found that the factors related to the use of antenatal services in freshwater health centers were access or distance with pvalue 0.009 = OR 21.676), service availability factors with a p value of 0.001 = OR 9.293, the role factor midwives with a p value of 0.001 = OR 12.302, while the family income factor, disease complaints obtained results have nothing to do with the use of antenatal services. The author's suggestion is that there is a need for good coordination with the Independent Practice Midwife (BPM), revitalize puskesmas to more strategic places and improve better facilities, improve accessibility that can be minimized, strive to reach pregnant women, especially for accessibility that is less affordable. Keywords: maternal factors; antenatal care PENDAHULUAN Pelayananan antenatal atau asuhan antenatal adalah suatu program yang terencana berupa observasi, edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan (Wiknjosastro, 2010) Indikator yang digunakan untuk menggambarkan akses ibu hamil terhadap pelayanan antenatal yaitu cakupan K1 (kunjungan pertama) adalah kontak pertama ibu hamil terhadap petugas kesehatan dan K4 (kunjungan keempat) adalah kontak ke 4 kali atau lebih dengan tenaga kesehatan (Kemenkes,RI. 2014). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Antenatal care (ANC) untuk mendeteksi dini terjadinya risiko tinggi terhadap kehamilan dan persalinan juga dapat menurunkan angka kematian ibu dan memantau keadaan janin. Idealnya bila tiap wanita hamil mau memeriksakan kehamilannya, bertujuan untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang mungkin ada atau akan timbul pada kehamilan tersebut lekas diketahui, dan segera dapat diatasi sebelum berpengaruh tidak baik terhadap kehamilan tersebut dengan melakukan pemeriksaan ANC (Prawirohardjo: 2008)Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia termasuk salah satu yang tertinggi di Asia. Indonesia AKI mengalami penurunan dari 390 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1991 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup tahun 2007. Meskipun terdapat penurunan, AKI di Indonesia belum mencapai target MDGs pada tahun 2015 yaitu dapat diturunkan menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup (Kemenkes, RI. 2015) Penurunan AKI memerlukan berbagai upaya- upaya kesehatan yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan, dan nifas. meningkatkan pelayanan KIA meliputi pelayanan ANC, persalinan, nifas, dan perawatan bayi baru lahir (Kemenkes, RI. 2012) Untuk cakupan kunjungan K1 pada tahun 2015 di Sumatera Barat adalah sebesar 82,70 % dan cakupan K4 sebesar 79,19%.Meskipun cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil K4 pada tahun 2015 telah