Jurnal Sainstek Vol. VI No. 1: 17-23, Juni 2014 ISSN: 2085-8019 17 PENDUGAAN PLOIDI DAN KEKERABATAN BEBERAPA AKSESI PISANG HASIL KOLEKSI BALITBU TROPIKA SOLOK Riki Rinaldi 1 , Mansyurdin 1 , Catur Hermanto 2 Jurusan Biologi Program Pascasarjana FMIPA Universitas Andalas Padang 1 .Kampus Limau Manis Universitas Andalas Sumatera Barat Balai Penelitian Tanaman Pangan Sumatera Utara 2 Email: r.rinaldi86@gmail.com ABSTRACT The research on estimation ploidy and genetic relationships between sample collections from Solok Balitbu Tropic has been studied from Mei 2012 until November 2013. This study was done on experimental garden in Solok Balitbu Tropic and Genetic and Sitology Laboratory, Faculty of Math and Natural Science Andalas University. The aims of this study were to reveal the rate of ploidy on some bananas accession by using Stover and Simmonds (1987) scoring system and to relieve the rate of ploidy on some bananas accession based on quantity of chromosomes. The result revealed that the rate ploidy from 20 bananas accession the presence of 8 accessions of banana AA / AAA genome, AAB genome 8 accessions of banana and 4 banana accessions AB genome. Genetic relationship from dendrogram analysis showed that there were four groups bananas accession. Groups I, III, and IV were closely related to M. Acuminata, while group II related to M. balbisiana Key words : ploidy on some bananas accession genetic relationships PENDAHULUAN Untuk peningkatan keragaman pisang bu- didaya dan pemuliaan telah dilakukan eksplo- rasi diberbagai daerah di Indonesia. Balai pe- nelitian tanaman buah (Balitbu) semenjak tahun 1996 sampai sekarang telah melakukan eks- ploirasi sebanyak 134 jenis aksesi pisang. Dari semua aksesi pisang yang didapat penentuan genom berdasarkan karakter morfologi yang di- bandingkan dengan pisang-pisang yang telah tercatat dalam musalogue I dan musalogue II. Di daerah Maluku didapatkan 28 aksesi pisang yang terdiri dari 24 aksesi pisang konsumsi dan 4 aksesi pisang liar dan di tahun 2001 eks- plorasi di Papua didapat 72 aksesi pisang kon- sumsi dan 4 aksesi pisang liar. Selain itu pe- ngumpulan plasma nutfah pisang dilakukan di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan (Sutanto, 2005). Sementara, Lengkong (2008) melakukan penelitian di Kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara menemukan 31 jenis pi- sang, 28 jenis diantaranya merupakan jenis pi- sang budidaya dan 3 jenis merupakan pisang liar. Samsurianto (2009) melakukan pene- litian analisa jumlah kromosom dan hubungan kekerabatan berdasarkan penanda fenotipe antar karakter pada beberapa plasma nutfah pisang (Musa sp.) asal Kalimantan Timur Variasi ge- netik dari sepuluh aksesi plasma nutfah pisang yang dianalisa cukup luas dengan tingkat ke- miripan genetik dari 75% sampai 98%. Ter- dapat empat kelompok yang terbentuk pada tingkat kemiripan 88.75%. Damayanti (2007), melaporkan tingkat ploidi yang diperoleh dari enam aksesi tana- man pisang asal Kalimantan Timur adalah di- ploid dan triploid dengan jumlah kromosom 2n=22 untuk aksesi AK1M, AK2M, AK3M, AK4B, dan AK7P dan jumlah kromosom 2n=33 untuk aksesi AK8P. Jumari (2000), melaporkan berdasarkan sifat ciri buahnya dapat dibagi menjadi 17 sub- group yaitu becici, mas, ambon, cavendis, mauli, potho, plantain 1, plantain 2, raja, triolin, brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by E-Journal IAIN BATUSANGKAR