J Statistika Vol. 13, No. 1, (2020), Hal. 1-7 www.unipasby.ac.id Faraniena Yunaeni Risdiana / J Statistika Vol. 13, No. 1, (2020) 1 Analisis Jaringan Kantor dan Pertumbuhan Tenaga Kerja Terhadap Total Aset Unit Usaha Syariah Tahun 2019 Faraniena Yunaeni Risdiana Institut Agama Islam Negeri Madura Jl. Raya Panglegur KM. 4, Pamekasan e-mail: frisdiana@iainmadura.ac.id ABSTRAK Perkembangan Aset unit usaha syariah di indonesia di pengaruhi oleh dua faktor yakni Jaringan kantor dan pertumbuhan tenaga kerja. Data penelitian merupakan data sekunder hasil publikasi Otoritas Jasa Keuangan pada tahun 2019. Untuk menguji pengaruh tersebut digunakan model regresi linier berganda. Hal ini dijustifikasi oleh hasil uji ANOVA yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan jaringan kantor dan tenaga kerja dan terhadap perkembangan aset unit usaha syariah syariah. Ini terlihat dari nilai p- value nya sebesar 0, 005 < α (0,05), pengujian yang dilakukan untuk mengetahui secara bersama -sama variabel bebas berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap variabel terikat. Sehingga dapat dikatakan bahwa jaringan kantor dan pertumbuhan tenaga kerja terhadap perkembangan aset unit usaha syariah memiliki hubungan. Kata kunci : Aset Unit Usaha Syariah, Jaringan Kantor, Tenaga Kerja Otoritas Jasa Keuangan, Regresi Linear Berganda. ABSTRACT The development of sharia business unit assets in Indonesia is influenced by two factors namely the office network and workforce growth.. The research data are secondary data from the publication of the Financial Services Authority in 2019. To test this effect a multiple linear regression model was used. This is justified by the ANOVA test results which show that there is a relationship between the office and labor network and the development of sharia business unit assets. This can be seen from the p-value of 0, 005 <α (0.05), testing conducted to determine together the independent variables significantly or not influence the dependent variable. So it can be said that the office network and workforce growth towards the development of sharia business unit assets have a relationship. Keywords : Sharina Business Unit Assets, Office Networks, Labor Growth, Financial Services Authority, Multiple Linear Regression. 1. PENDAHULUAN Di zaman era globalisasi sekarang ini perekonomian menjadi tolok ukur bagi kemajuan suat negara. Perekonomian yang maju dapat ditandai dengan tumbuh dan berkembangnya segala bidang perekonomian secara signifikan. Salah satu perkembangan tersebut dapat dibuktikan dalam bidang perbankan. Hal ini terlihat dengan banyak bermunculan bank kontemporer berbasis syariah. Perbankan Syariah adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang Bank Umum Syariah (BUS), Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) dan Unit Usaha Syariah (UUS), mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah seperti prinsip keadilan dan keseimbangan ('adl wa tawazun), kemaslahatan (maslahah), universalisme (alamiyah), serta tidak mengandung gharar, maysir, riba, zalim dan obyek yang haram. Selain itu, UU Perbankan Syariah juga mengamanahkan bank syariah untuk menjalankan fungsi sosial dengan menjalankan fungsi seperti lembaga baitul mal, yaitu menerima dana yang berasal dari zakat, infak, sedekah, hibah, atau dana sosial lainnya dan menyalurkannya kepada pengelola wakaf (nazhir) sesuai kehendak pemberi wakaf (wakif). Prinsip syariah merupakan prinsip hukum Islam dalam kegiatan perbankan syariah berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN- MUI). Unit Usaha Syariah, yang selanjutnya disebut UUS adalah unit kerja dari kantor pusat Bank Umum Konvensional (BUK) yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor atau unit yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, atau unit kerja di kantor cabang dari suatu Bank yang berkedudukan di luar negeri yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional