JSIKA Vol. 5, No. 10, Tahun 2016 ISSN 2338-137X JSIKA Vol. 5, No. 10, Tahun 2016, ISSN 2338-137X Page 1 RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG PADA DEPO GALVALUM BERBASIS WEB Yogie Hartanto Putra 1) Ayuningtyas 2) Achmad Arrosyidi 3) Program Studi/Jurusan Sistem Informasi Fakultas Teknologi Dan Informatika Institut Bisnis Dan Informatika Stikom Surabaya Jl. Raya Kedung Baruk 98 Surabaya, E-Mail: 1) 12410100121@stikom.edu, 2) tyas@stikom.edu, 3) achmad@stikom.edu Abstract Depo Galvalum is a company that moves in galvalum distributor .The process of business on purchase system done by Depo Galvalum still based on Information stock availability . The buying system goods less could be handled well because there is no recording. Sales system just do recording of daily transactions . Recording producing such the total revenues and the amount of goods sold out. The results of recording have not been able to provide information the to conduct an evaluation on a system sales. Leader have only information to the number of goods that have been sold and the rest of the goods. From the report leaders will check repeated that takes time long enough, This leader find it difficult to analyze reports sales still in the form of rekap sales. With the this problem then required inventory information system of goods on Depo Galvalum web- based equipped with reorder point to buy goods next. Of the analysis and design of which is done to provide information on sourcing , an inventory of goods , sale of goods , and preparing reports. The design process produce information system an inventory of goods to suit the needs of Depo Galvalum. These information systems help the Depo Galvalum in the process of purchase of goods , an inventory of goods , sale of goods , and preparing reports. Kata Kunci: information system, goods inventory , Depo Galvalum , reorder point. Depo Galvalum adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang distributor galvalum. Depo Galvalum terletak di Jl. Dr. Wahidin No.128A Sidoarjo. Perusahaan ini menjual berbagai produk mulai dari galvalum, mur, genteng metal, kalsiboard dan masih banyak lagi. Pada proses pembelian barang yang ada di Depo Galvalum dengan cara menghubungi langsung ke pemasok yang dilakukan oleh pimpinan. Sistem penerimaan barang dilakukan oleh kepala gudang dengan menerima barang dan surat jalan dari pemasok. Jika ada barang yang dipesan rusak maka kepala gudang akan mengembalikan barang tersebut kepada pemasok. Pencatatan barang masuk, barang keluar, dan sisa stok barang dilakukan oleh kepala gudang. Selanjutnya sistem penjualan barang dilakukan oleh bagian penjualan secara langsung ke pelanggan. Proses penjualan dilakukan dengan mencatat transaksi di nota dan membuat surat jalan yang dibuat tiga rangkap. Surat jalan tersebut akan diberikan ke pembeli sebagai bukti, kepala gudang untuk mengeluarkan barang dari gudang, dan yang terakhir disimpan bagian penjualan. Selama ini sistem pembelian yang dilakukan oleh Depo Galvalum masih berdasarkan informasi ketersediaan stok dari laporan stok barang tiap hari yang masih banyak menggunakan kertas. Saat ada barang yang tinggal sedikit, pimpinan akan melakukan pemesanan ke pemasok. Sistem pembelian barang kurang bisa teratasi dengan baik karena tidak ada pencatatan pemesanan ke pemasok, hanya mengandalkan ingatan saja dan tidak ada pengendalian stok barang sehingga sering terjadi kekosongan stok. Sistem penjualan selama ini melakukan pencatatan untuk transaksi penjualan sehari-hari. Dari pencatatan tersebut dihasilkan jumlah pendapatan dari proses transaksi penjualan, serta jumlah barang yang terjual. Hasil pencatatan tersebut belum mampu memberikan informasi dengan baik kepada pimpinan untuk melakukan evaluasi pada sistem penjualan. Pimpinan hanya mendapat informasi sebatas jumlah barang yang telah terjual dan yang tersisa dari laporan stok barang. Jumlah barang yang tersedia terdiri dari kurang lebih 70 item. Sehingga, pimpinan harus melakukan pengecekan ulang terhadap laporan-laporan yang dihasilkan. Pengecekan laporan-laporan tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, hal ini menyebabkan pimpinan merasa kesulitan untuk menganalisis laporan-laporan penjualan yang masih dalam bentuk rekap penjualan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka Depo Galvalum membutuhkan suatu sistem informasi persediaan barang yang dapat menghasilkan laporanlaporan pembelian, persediaan, dan penjualan untuk membantu proses pengelolaan data persediaan, data pembelian, dan data penjualan dalam mengatasi masalah-masalah yang ada pada Depo Galvalum. Dari laporan- laporan tersebut maka dapat diketahui barang apa