KANGMAS: Karya Ilmiah Pengabdian Masyarakat, e-ISSN 2722-2004 KANGMAS is a journal published by Neolectura, issued three times in one year. KANGMAS is a scientific publication media in the form of conceptual paper and field research related to social service work. It is hoped that KANGMAS can become a media for academics and researchers to publish their social service work and become a reference source for the development of social and humanity. e-ISSN 2722-2004 Peran Guru Mengembangkan Interaksi Sosial Anak Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa C Paulinus Tibo 1 , Ona Sastri Lumban Tobing 2 , Yesica Turang Brutu 3 STP St. Bonaventura Delitua Medan 1,3 , STAKat Negeri Pontianak 2 paulinustibo@gmail.com 1 , onasastri@gmail.com 2 , yesicaturangberutu@gmail.com 3 Abstrak Riset ini bertujuan mengetahui peran guru mengembangkan interaksi sosial anak tunagrahita di Sekolah Luar Biasa C Karya Tulus Tuntungan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kualitatif, melalui cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Guru Pendidikan Agama Katolik, wakil kepala sekolah, wali kelas, dan siswa berpartisipasi sebagai informan dalam penelitian ini. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sebagai demonstran dalam mengembangkan keterampilan interaksi sosial anak penyandang distabilitas dilakukan secara khusus, sebelum melakukan proses pembelajaran, guru menyiapkan rencana proses pembelajaran dan menguasai materi materi. Guru sebagai pengelola kelas mampu mengatur ruang kelas dengan kursi yang dirancang untuk membuat siswa merasa nyaman. Sebagai pemandu dalam proses pembelajaran, guru mengelompokkan siswa dan menugaskan proyek kelompok untuk membina kerja sama di antara mereka. Selain sebagai evaluator, guru memberikan reward sebagai bentuk apresiasi kepada siswa dan untuk meningkatkan minat belajarnya. Kata Kunci: guru, interaksi sosial dan anak tunagrahita The Role of Teachers in Developing Social Interactions of Children wits Disabilities in Extraordinary Schools C Abstract This research aims to determine the role of teachers in developing the social interaction skills of children disabilities at the Extraordinary School C Karya Tulus Tuntungan. The data collection method used is qualitative, through observation, interviews, and documentation. Catholic Religious Education teachers, vice principals, homeroom teachers, and students participated as informants in the study. The findings of this study show that the role of teachers as demonstrators in developing social interaction skills of children with disabilities is carried out specifically, before carrying out the learning process, teachers prepare a learning process plan and master the material. The teacher as the class manager is able to arrange the classroom with chairs designed to make students feel comfortable. As a guide in the learning process, the teacher groups the students and assigns group projects to foster cooperation between them. Apart from being an evaluator, teachers give rewards as a form of appreciation to students and to increase their interest in learning. Keywords: teachers, social interactions and children with disabilities PENDAHULUAN Pendidikan dapat dikatakan suatu kebutuhan hidup yang harus dipenuhi setiap orang. Pendidikan menentukan kesiapan individu untuk masa depan, karena pendidikan adalah salah satu penentu utama kesuksesan. Di sana terjadi proses yang mengarah ke masa depan dan mendorong pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan mumpuni (Tibo.et.al, 2022) Guru merupakan figur penting dalam pendidikan yang dilakukan secara berkesinambungan guna mengembangkan potensi peserta didik. Potensi tersebut dapat dikembangkan dengan keterampilan-keterampilan yang diajarkan guru kepada peserta didik (Mulyasa, 2015). Guru sebagai pendidik dan tenaga profesional memerlukan kompetensi khusus yang diperoleh melalui lembaga pendidikan formal. Guru adalah figur yang memiliki kemampuan lebih untuk membimbing peserta didik terkhusus anak berkebutuhan khusus. Sebagai pendidik guru mempunyai jasa luar biasa bagi keberhasilan peserta didik selama pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Guru mengambil peran untuk menuntun siswanya dalam berkonsentrasi, berkomunikasi dan berpartisipasi aktif di dalam lingkungan belajar dan lingkungan luar sekolah. Kontribusi guru tersebut sangat dibutuhkan bagi anak- anak dengan keterbatasan atau berkebutuhan khusus. Guru perlu membimbing siswanya agar memiliki relasi antara peserta didik dengan lingkungan sekitar (Mardiana, 2016).