E-ISSN 2502-3047 P-ISSN 1411-9919 Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Volume 33, Issue 2, July 2022 223 Journal Website: www.ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/tribakti Permanent link for this document: https://doi.org/10.33367/tribakti.v33i2.2720 Online-Offline in Religion; Observing Islamic Learning Patterns in Online Media Daring-Luring dalam Beragama; Mengamati Pola Belajar Islam di Media Daring Achmad Muhibbin Zuhri 1 , Jauharoti Alfin 2 1,2 UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia 1 amizuhri@uinsby.ac.id, 2 alfin_ftkuinsa2014@yahoo.com Abstract This study aims to unravel the phenomenon of digital society in understanding and learning Islam through the internet. The current human tendency to rely on information available through smartphones has given birth to the reality of shifting learning patterns that do not have to meet directly with the teacher. Even the presence of a virtual teacher is considered sufficient to justify an excellent religious way. This study uses a qualitative method with a netnographic approach that intends to reveal social phenomena in cyberspace. This method uses a particular analytical technique offered, AMS (Siber Media Analysis), which goes through 4 levels: Media room level, media document level, media object level, and experience level. This study found that online internet users can access information about religious rituals and procedures for doing them. So, internet users are part of the world's religious adherents who carry out the same religious creed. On the other hand, religious authority as a source of knowledge in learning Islam on the internet is not always institutional but can also be individual. As a result, the Islamic pattern of understanding Islam among netizens is more accessible, inclusive, egalitarian, and shows multidimensional interactions between individuals and other religious groups. Keywords: Learn Islam, Online-Offline, Religiosity Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengurai fenomena masyarakat digital dalam memahami dan belajar Islam melalui internet. Kecenderungan manusia saat ini yang bergantung pada informasi yang tersedia melalui smartphone-nya, melahirkan satu kenyataan tentang pergeseran pola belajar yang tidak harus bertemu langsung dengan guru. Bahkan kehadiran guru virtual, dianggap cukup untuk mencari tentang pembenaran cara beragama yang baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan netnografi yang bermaksud mengungkap fenomena sosial di dunia maya. Metode ini menggunakan teknik analisis tersendiri yang ditawarkan yaitu AMS (Analisis Media Siber) yang melalui 4 level yaitu: Level ruang media, level dokumen media, level objek media, level pengalaman. Kajian ini menemukan bahwa secara online pengguna internet dapat mengakses informasi mengenai ritual keagamaan dan tata cara melakukannya. Sehingga pengguna internet merupakan bagian dari pemeluk agama dunia yang melakukan kredo keagamaan yang sama. Di sisi lain, otoritas keagamaan sebagai sumber pengetahuan dalam proses belajar Islam di internet tidak selalu bersifat institusional tetapi bisa juga bersifat individual. Akibatnya, pola pemahaman Islam pada netizen lebih