EKOMAKS : Jurnal Ilmu Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi; ISSN: 2302 - 4747 Website : http://ekomaks.unmermadiun.ac.id/index.php/ekomaks Volume 8 Nomor 1 Maret 2019, EKOMAKS | 17 Pengaruh Jumlah Dewan Komisaris, Leverage, Profitabilitas, Intensitas Modal, Cash Flow, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Konservatisme (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2017) Siti Suharni 1 , Arini Wildaniyati 2 , Dea Andreana 3 1 Fakultas Ekonomi, Universitas Merdeka Madiun, Jl. Serayu No 79, Madiun, 63133 E-mail: sitisuharni@unmer-madiun.ac.id 2 Fakultas Ekonomi, Universitas Merdeka Madiun, Jl. Serayu No 79, Madiun, 63133 E-mail: arini@unmer-madiun.ac.id 3 Fakultas Ekonomi, Universitas Merdeka Madiun, Jl. Serayu No 79, Madiun, 63133 E-mail: deaandreana8@gmail.com AbstractThis study is aimed at examining the effects of the Number of Board of Commissioners, Leverage, Profitability, Capital Intensity, Cash Flow, and Company Size toward Conservatism in the manufacturing companies listed on the Indonesian Stock Exchange (IDX). The population used in this study is the yearly financial statements on firm of manufacturing listed at BEI period 2012-2017, using purposive sampling method. The type of data used is secondary data obtained from yerly financial reports published and downloaded through the official BEI website. Data analyzed with Descriptive statistics, test of classic assumption and exmination of hypothesis with multiple linier regression method. The result of hypothesis research shows variable Profitability and Cash Flow have a significant effect on the ability of Conservatism, while the Number of Board of Commissioners, Leverage, Capital Intensity, and Company Size has no effect on the ability of Conservatism. Keywords: Number of Board of Commissioners; Leverage; Profitability; Capital Intensity; Cash Flow. I. PENDAHULUAN Penyusunan laporan keuangan dalam suatu perusahaan merupakan bentuk pertanggungjawaban manajemen untuk memenuhi kepentingan pihak internal seperti komisaris, direktur, manajer, dan karyawan maupun pihak eksternal seperti investor, kreditur, dan pemasok yang digunakan untuk mengambil keputusan. Laporan keuangan yang dibuat merupakan produk akhir dari proses akuntansi sebuah perusahaan akan dapat dengan jelas menggambarkan kondisi keuangan perusahaan dan memberikan informasi keuangan yang bermanfaat dari setiap penggunanya. Laporan keuangan terdiri dari beberapa prinsip, salah satunya ialah prinsip konservatisme. Menurut Belkaoui, Ahmed Riahi (2006: 288) mendefinisikan, “prinsip konservatisme mengimplikasikan nilai terendah dari aktiva dan pendapatan serta nilai tertinggi dari kewajiban dan beban yang sebaiknya dipilih untuk dilaporkan”. Menurut Savitri (2016: 67-92), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi manajemen dalam melakukan konservatisme, diantaranya adalah Jumlah dewan komisaris, leverage, profitabilitas, Intensitas Modal, cash flow, dan ukuran perusahaan. Jumlah Dewan Komisaris yang besar akan menunjukkan adanya pengawasan yang lebih efektif dalam suatu perusahaan. Sehingga, perusahaan dengan dewan komisaris kuat akan menjadikan proses pembuatan laporan keuangan mendapatkan pengawasan atau monitoring oleh manajemen perusahaan dengan baik pula. Dewan Komisaris akan memberi syarat adanya penerapan konservatisme dalam akuntansi untuk mengurangi besarnya biaya politis seperti pajak. Menurut Hery (2016: 142), Rasio leverage merupakan “rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya”. Perusahaan yang memiliki tingkat hutang atau leverage yang tinggi, pihak kreditur mempunyai hak mendorong manajer untuk cenderung menerapkan prinsip kehati-hatian atau konservatisme agar pihak kreditur yakin akan pengembalian dananya. Menurut Hery (2016: 143), rasio profitabilitas merupakan “rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba”. Apabila tingkat profitabilitas dalam suatu perusahaan tinggi, maka laba yang dihasilkan perusahaan juga akan tinggi dan manajer akan cenderung menerapkan konservatisme akuntansi untuk menghindari pajak yang tinggi yang disebabkan oleh laba perusahaan yang tinggi. Intensitas Modal menunjukkan besarnya modal perusahaan berbentuk aset. Besarnya intensitas modal dalam suatu perusahaan maka pihak investor akan lebih mengawasi kinerja manajer dengan intensif, untuk menjaga agar investasinya aman atas resiko yang mungkin terjadi dikemudian hari. Sehingga, manajer perusahaan akan lebih konservatisme dalam menyajikan laporan keuangan dan cenderung menekan adanya perekayasaan laba. Cash Flow atau disebut sebagai arus kas yang terdiri dari aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pembiayaan. Apabila arus kas masuk dan keluar dalam suatu perusahaan berjumlah besar maka akan menunjukkan kondisi bahwa laporan arus kas tersebut overstate, sehingga menyebabkan kurang menariknya perhatian investor dan perusahaan akan cenderung untuk menerapkan konservatisme akuntansi agar terlihat stabil.