Metamorfosa:Journal of Biological Sciences 9(1): 206-216 (Maret 2022) DOI: 10.24843/metamorfosa.2021.v09.i01.p21 https://ojs.unud.ac.id/index.php/metamorfosa/article/view/73448 J U R N A L M E T A M O R F O S A Journal of Biological Sciences eISSN: 2655-8122 http://ojs.unud.ac.id/index.php/metamorfosa 206 Aktivitas Bertelur dan Frekuensi Pendaratan Penyu Hijau (Chelonia mydas) di Pantai Pangumbahan Sukabumi Egg Laying Activity and Landing Frequency of Green Turtle (Chelonia mydas) in Pangumbahan Beach Sukabumi Riska Rismawati 1 , Diana Hernawati 2 *, Diki Muhamad Chaidir 3 1,2,3) Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Pendidikan, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya *Email: hernawatibiologi@unsil.ac.id INTISARI Penyu hijau (Chelonia mydas) merupakan hewan dilindungi yang memiliki peran penting bagi kehidupan di laut. Pantai Pangumbahan adalah salah satu habitat bertelur penyu hijau di Indonesia yang terdiri dari enam stasiun pendaratan dengan panjang 2,3 Km. Aktivitas bertelur penyu hijau sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas bertelur penyu hijau serta faktor yang memengaruhinya dan untuk mengetahui frekuensi pendaratan penyu hijau (C. mydas) di setiap stasiun di Pantai Pangumbahan. Metode yang digunakan adalah observasi, dengan penentuan titik penelitian menggunakan purposive sampling. Aktivitas bertelur penyu hijau umumnya terdiri dari sepuluh tahapan dimulai dari muncul di bibir pantai, kemudian merangkak naik ke pesisir pantai, mencari tepat bertelur yang sesuai, membuat lubang (body fit), memadatkan lubang badan, membuat lubang kecil untuk meletakan telur, bertelur, kemudian setelah bertelur penyu hijau menutup lubang yang dibuatnya dan membuat lubang kamuflase sebelum kembali ke laut. Jumlah penyu hijau yang mendarat selama bulan Maret yang bukan merupakan musim bertelur adalah sebanyak 47 ekor. Hasil analisis frekuensi pendaratan penyu hijau tertinggi terdapat di stasiun 2 dan staisun 3 yaitu 35,48% termasuk kedalam kategori jarang, dan frekuensi paling rendah terdapat di staisun 6 yaitu 0% termasuk ke dalam kategori sangat jarang. Faktor yang memengaruhi keberhasilan peneluran penyu adalah aktivitas manusia atau predator serta cahaya petir atau cahaya dari kapal. Kata kunci: Penyu Hijau, Pantai Pangumbahan, Habitat Bertelur, Frekuensi. ABSTRACT Green turtle (Chelonia mydas) is a protected animal that has an essential role for marine life. Pangumbahan Beach is one of the green turtle nesting habitats in Indonesia which consists of six landing stations with a length of 2.3 Km. Green turtle egg-laying activity is influenced by the surrounding environment . This study aims to describe the green turtles egg–laying activity and the factors that influence it and to determine the frequency of landings of green turtles ( C. mydas) at each station on Pangumbahan Beach. The method used is observation, research point is determined by purposive sampling. Green turtle egg-laying activities generally consist of ten stages starting from emerging on the beach, then crawling up to the coast, looking for a suitable egg laying, making a hole (body fit), compacting the body hole, making a small hole to lay eggs, laying eggs, lastly green turtle closes the hole it made and makes a camouflage hole before returning to the sea. The number of green turtles that landed during March, which is not the egg-laying season, was 47 individuals. The highest results of the analysis of frequency of green turtle landings were found at station 2 and station 3, which is 35.48% included in