@ Asosiasi Peneliti Biodiversitas Papuasia - Fakultas Kehutanan UNIPA Jurnal Kehutanan Papuasia 8 (1) : 67 - 78 (2022) 67 Dokumalamo, dkk ASPEK EKOLOGI Pigafetta filaris (Giseke) Becc PADA KAWASAN TAMAN WISATA ALAM GUNUNG MEJA MANOKWARI (Ecological Aspect of Pigafetta filaris [Giseke] Becc in Gunung Meja Natural Tourism Park of Manokwari) KEMAL DOKUMALAMO 1 , NOVITA PANAMBE 2 , MARIANA H. PEDAY 2 , REINARDUS L CABUY 2 1 Mahasiwa Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari, Papua Barat, 98314 2 Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari, Papua Barat, 98314 Tlp/Fax: +62986211065. Penulis Korespondensi: Email reinnardcabuy@gmail.com Diterima: 10 Feb 2022| Disetujui: 28 April 2022 Abstrak. Pigafetta filaris (Giseke) Becc merupakan jenis palem yang telah dinyatakan langka oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2001. Tujuannya untuk mengetahui aspek ekologi P. filaris di lokasi TWA Gunung Meja untuk menentukan kebijakan pengelolaan TWA Gunung Meja selanjutnya. Sasaran utama penelitian ini yaitu untuk mengamati aspek ekologi palem P. filaris dan juga jumlah individu palem berdasarkan fase pertumbuhan, dan jenis vegetasi yang tumbuh di sekitar palem. Hasil penelitian menemukan hanya hanya 2 individu pada fase dewasa. Hasil analisa sifat kimia tanah didapatkan hasil pH 5,5, P 3,31, K 1,13, Ca 3,61, Na 2,04, Mg 0,87, KPK 49,45 dan tingkat kesuburan tanah P. filaris sedang dengan warna tanah hitam, tekstur lempung liat berdebu, dan struktur remah. Faktor klimatis menunjukan suhu rata-rata 29° C, kelembaban 69%, dan tutupan tajuk 57,5%. Faktor topografi P. filaris tumbuh pada kisaran ketinggian 100-120 mdpl, kelerengan dan kemiringan 15-40%. Tumbuhan berkayu yang berasosiasi dengan P. filaris cenderung tumbuh Pometia coreacea dan Pometia pinnata. Status konservasi potensi P. filaris dikhawatirkan akan punah secara ekologi pada kawasan hutan TWA Gunung Meja. Kata kunci: Pigafetta filaris, TWA Gunung Meja, aspek ekologi, klimatis, topografi, asosiasi Abstract. Pigafetta filaris (Giseke) Becc is the one of the palm species that declared rare by Indonesian Institute of Science at 2001. The aim of this study is to uncover the ecological aspect of P. filaris in Gunung Meja Natural Tourism Park of Manokwari and also to provide recommendations for the future existence the palm. The main purpose of the study is to determine the ecological aspect of the P. filaris and also number of palm species based on its growing phases as well as measuring surrounding growing habitat of other species. The result pointed out only 2 individual species found at mature phase. Soil chemical analysis noted pH 5.5, P 3.31, K 1.13, Ca 3.61, Na 2.04, Mg 0.87, cation exchange capacity 49.45, and soil nutrition rate of P. filaris that was in medium range with black color, dusty clay soil texture, and with crumb structure. Climatic factor indicated the average temperature of 29° C, relative humidity of 69%, and tree crown coverage 57.5%. Topographical factor of P. filaris indicated the growing habitat ranged between 100-120 above sea level, slope ranged between 15-45%. Woody plants that set up the association with P. filaris have found such as Pometia coreacea and Pometia pinnata. The conservation status of P. filaris has been concerned and ecologically it will be extinct in Gunung Meja Natural Tourism Park of Manokwari.