Gadjah Mada Journal of Tourism Studies https://doi.org/10.22146/gamajts.v4i1.81283 | 25-41 Print ISSN: 2621-9522 Online ISSN: 2621-9948 Kerentanan Pariwisata dan Responnya: Studi Kasus Covid-19 di Kawasan Wisata Kaliurang Runavia Mulyasari 1 *, Gaffari Rahmadian 2 1 Program Studi Pariwisata, Fakultas Ilmu Budaya, Univeristas Gadjah Mada 2 Cultural Anthropology and Development Studies, Radboud University runavia.mulyasari@ugm.ac.id Abstract This study seeks to understand the impact of the tourism crisis due to the Covid-19 pandemic in the Kaliurang Tourism Area and the emerging vulnerabilities for tourism actors who make tourism their sole livelihood. To understand these conditions, pre-eliminary research was carried out as part of a series of research on tourism and COVID-19. This research was conducted by using qualitative methods from April to October 2021. The results of this pre-eliminary research clearly show that tourism actors in Kaliurang are experiencing a slump due to the COVID-19 pandemic. Tourism, which is the main source of living, is in fact very vulnerable to a prolonged crisis. The impacts and risks that arise in Kaliurang are clearly seen in the economic and socio-cultural sectors. As an effort to survive the tourism actors in Kaliurang are trying to respond to this condition individually and in groups. However, the responses that arise are not only positive but also negative, such as friction and conflict. Keywords: Vulnerability, Tourism, Response, Risk, Covid-19, Kaliurang Pendahuluan Pariwisata merupakan bagian dari industri global yang dinilai memberikan dampak positif khususnya di bidang ekonomi bagi para pelakunya (Williams, 2009; Sugiyarto et al., 2003; Suryawardani et al., 2016). Sebagai sebuah industri, pariwisata selalu memiliki daya tarik yang membuat individu maupun kelompok ingin terlibat di dalamnya sebagai aktor pariwisata, baik pelaku maupun penikmat wisata. Seperti yang disampaikan oleh Ritchie, Goeldner, dan McIntosh (2003), pariwisata merupakan serangkaian proses, aktivitas, dan hasil yang muncul dari hubungan dan interaksi antara wisatawan, penyedia jasa dan barang dalam pariwisata, pemerintah, komunitas penerima, serta lingkungan sekitar yang terlibat dalam upaya menarik dan melayani wisatawan. Ide ini menunjukan bagaimana rantai industri pariwisata melibatkan berbagai macam aktor yang saling berinteraksi dan memiliki peran-peran yang berbeda dalam keberlangsungan industri ini. Tingginya popularitas aktifitas wisata juga membuat banyak aktor melirik dan tertarik untuk terlibat di sektor ini. Aktor-aktor yang terlibat tidak hanya dari kalangan pemerintah (baik pusat maupun daerah), namun juga aktor-aktor lainnya seperti pihak swasta (nasional dan internasional) dan masyarakat (komunitas maupun individu) (Singgalen et al., 2019). Keterlibatan berbagai macam aktor dalam rantai industri pariwisata menunjukan bahwa sektor ini dianggap mampu memberikan kesempatan besar untuk memperoleh keuntungan bagi mereka yang terlibat. Keuntungan yang didapatkan bisa dalam bentuk materil maupun non-materil.