ISBN: 978-602-74598-3-0 Prosiding Seminar Nasional Fisika 5.0 (2019) (339-346) Rancang bangun alat ukur koefisien penyerapan suara bahan peredam suara mobil dengan metode impedansi akustik Khumaeni * , Ahmad Aminudin, Judhistira Arya. Utama. Program Studi Fisika FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudi No.229. Kota Bandung *e-mail: Khumaeni7@gmail.com Abstrak Kebisingan merupakan suatu hal yang tidak diinginkan dalam kehidupan sehari-hari yang salah satu penyebabnya adalah mobil. Peningkatan jumlah mobil juga menyebabkan meningkatnya polusi suara. Salah satu solusi untuk mengurangi kebisingan yang disebabkan oleh mobil adalah dengan cara menggunakan bahan peredam suara terutama pada Kap mesin. Telah banyak dilakukan Penelitian tentang material akustik namun penelitian kali ini bertujuan untuk membuat alat pengukur kemampuan adsorpsi akustik bahan peredam suara mobil, berupa tabung impedansi. Bahan yang diuji adalah material glasswool dan rockwool, dengan melakukan pengambilan data untuk rentang frekuensi 300 Hz,400 Hz, 500 Hz, 1000 Hz & 2000 Hz serta variasi ketebalan bahan 1 cm, 2,5 cm dan 5 cm. Ditunjukan hasil bahwa untuk ketebalan tertentu dan frekuensi tertentu dua bahan tersebut memiliki kemampuan penyerapan suara yang baik. Semoga dengan penelitian ini pengguna mobil makin sadar untuk menggunakan peredam suara pada mobilnya Kata kunci : absorpsi, akustik, glasswool, rockwool. 1. Pendahuluan a. Latar belakang Bunyi merupakan fenomena yang tidak bisa lepas dari hidup manusia sehari- hari, salah satu sumber bunyi yang sering ditemui terutama di jalan adalah bunyi yang berasal dari kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Mesin bergerak dengan energy yang dihasilkan dari peristiwa pembakaran bahan bakar baik bahan bakar minyak maupun elektrik, selain menghasilkan gerak yang dapat dimanfaatkan manusia dalam memudahkan hidup. Mesin juga menimbulkan suara yang dalam skala tertentu dapat menyebabkan gangguan pada manusia sendiri. Gangguan pendengaran disebut juga trauma akustik disebabkan oleh suara yang keras atau bising yang terus menerus dalam waktu panjang. Suara bising juga dapat menimbukan efek psikologis, misalnya perasaan tertekan dan jenuh. Selain itu kebisingan juga merupakan polusi udara yang dapat menyebabkan gangguan komunikasi antar manusia. Saat ini jumlah kendaraan bermotor mulai dari roda dua hingga roda empat mengalami peningkatan jumlah yang pesat, pada tahun 2017 Badan Pusat Statistik (BPS) mendata bahwa di tahun 2016 terdapat 23,6 juta kendaraan mobil, dan tiap tahun dapat kita lihat bahwa jumlah kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat semakin meningkat jumlahnya. Hal tersebut dapat berdampak meningkatnya polusi suara di jalan. Kebisingan merupakan suatu fenomena yang tidak diinginkan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Peredam suara merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai media untuk meredam bunyi yang digunakan dalam berbagai bidang dalam kehidupan, seperti peredam suara untuk bangunan ketika hujan, perdam bunyi dalam ruangan untuk ruangan karaoke, peredam bunyi pada mesin kendaraan, dan lain sebagainya. Peredam suara digunakan agar suara yang dihasilkan sumber bunyi tidak terlalu mengganggu sehingga dapat membuat pendengar menjadi lebih nyaman. Dalam kendaraan mobil bunyi atau suara dihasilkan dari ruang mesin. Namun sejauh ini penulis masih belum mengetahui seberapa efektifkah perdam suara yang sudah ada dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan seberapa koefisien yang