Media Gizi & Keluarga, Juli 2005, 29 (1): 34-40 34 PENGARUH TEKANAN EKONOMI KELUARGA, DUKUNGAN SOSIAL, KUALITAS PERKAWINAN, PENGASUHAN, DAN KECERDASAN EMOSI ANAK TERHADAP PRESTASI BELAJAR ANAK (The Influence of Economic Pressure, Social Support , Marital Quality, Parenting, and Child’s Emotional Quotient on Child’s Academic Achievement) Euis Sunarti 1 , Tati 2 , Atat S.N 2 ., Noorhaisma, R. 3 , Lembayung, D.P 3 ABSTRACT. The general objective of the study are to analyze correlation between all research variables, analyze the influence economic pressure on marital quality and parenting quality; and analyze the influence marital quality, parenting quality, and child’s emotional quotient on child’s academic achievement. Sampling unit is junior high school students and random sampling was used. The data were collected from April to June 2003 through interviewing the students and their mother. Economic pressure, social support, marital quality, parenting style, and emotional quotient were scored and categorized as high, moderate and low, while the academic performance is an average score from several subjects. By using Spearman’s correlations, it shows that except on social support variable, there are high correlation between all research variables. The higher the level economic pressure the lower the level marital quality, parenting quality, child’s emotional quotient, and child’s academic achievement. By using regression analysis, it show that marital quality influenced by economic pressure and social support (R 2 =0.336); parenting quality influenced by economic pressure, social support and marital quality (R 2 =0.311); and child’s academic achievement influenced by marital quality, parenting quality, and child’s emotional quotient (R 2 =0.610). Key word: Economic Pressure, Social Support, Marital Quality, Parenting, Emotional Quotient, Academic Performance PENDAHULUAN 123 Latar Belakang Banyak penelitian dilakukan untuk mencari jawaban faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas hidup anak sehingga dapat diketahui bagaimana mengoptimalkan potensi yang dimiliki anak. Sampai tahun 1970-an, program-program pemerintah dan penelitian-penelitian lebih ditujukan kepada bagaimana meningkatkan daya hidup (survival) anak yang dilahirkan. Namun kini program dan penelitian diarahkan tidak hanya kepada daya hidup anak, tapi juga kualitas hidup anak (Meyr, 1992). Kualitas anak sering didekati dari dimensi pertumbuhan dan perkembangan anak untuk kemudian dikembangkan kedalam beberapa indikator 1 Dosen Departemen GMSK-IPB 2 Alumni Pascasarjana, PS GMK-IPB 3 Alumni Departemen GMSK-IPB turunannya, seperti diantaranya adalah kecerdasan emosi dan prestasi belajar anak. Secara terpisah telah banyak dilakukan penelitian dan kajian-kajian mengenai hubungan pengasuhan dengan kecerdasan kognitif dan emosi anak (Goleman, 2000); hubungan antara kualitas perkawinan, pengasuhan anak, kecerdasan emosi, dan prestasi belajar anak (Zanden, 1993); hubungan antara kualitas perkawinan dengan tekanan ekonomi (Elder, 1991 dalam Conger, Elder, Lorenz, Simon, & Whitbeck, 1994). Demikian juga hubungan antara keutuhan keluarga dengan tingkat depresi ibu dan dampaknya terhadap perkembangan ketidak- patutan pengasuhan anak yang ditunjukkan oleh explosive discipline dan hars parenting (Simons, 1996). Masing-masing secara terpisah penelitian tersebut merangkaikan hubungan bahwa tekanan ekonomi keluarga berkaitan erat dengan kualitas perkawinan, sementara kualitas perkawinan berkaitan erat dengan praktek pengasuhan anak, yang pada akhirnya berkaitan dan berpengaruh