SAINTIFIK: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol.8, No.2, Juli 2022, pp. 146~150 ISSN 2407-4098 (print) DOI:10.31605/saintifik.v8i2.353 ISSN 2622-8904 (online) Identifikasi Toxoplasma Gondii Terhadap Feses Kucing Peliharaan Sebagai Sumber Penyebaran Toxoplasmosis di Kota Ternate Ismail Rahman 1 , Amran Nur 2 1,2, Universitas Khairun e-mail: ismailrahman@unkhair.ac.id, 2 amrannur@unkhair.ac.id Abstrak Toksoplasmosis disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Toksoplasmosis adalah penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang berasal dari hewan dan dapat ditularkan ke manusia. Penyakit ini biasanya menjadi momok para wanita karena merupakan salah satu penyebab ketidaksuburan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain studi Cross Sectional, Populasi penelitian adalah kucing peliharaan yang berada di Kelurahan Akehuda Kota Ternate. Jumlah sampel sebanyak 17 feses kucing peliharaan dan diperiksa dengan menggunakan metode apung di Laboratorium. Dari Hasil Penelitian ini diharapkan menjadi informasi mengenai keberadaan dari penyakit toxoplasmosis sehingga masyarakat dapat melakukan pencegahan secara dini terhadap adanya dampak dari toxoplasmosis terutama terhadap sumber penularannya. Dari hasil penelitian ini menunjukkan keberadaan Toxoplasmosis yang dilihat dari keberadaan ookista T.gondii diperoleh sebesar 0%, Akan tetapi, meskipun pada penelitian ini tidak didapatkan keberadaan T.gondii atau 0%, perlu dipahami bahwa T.gondii dalam bentuk ookista dapat ditularkan oleh berbagai hewan sebagai inang intermediet dan ookista dapat menempel pada debu di musim kemarau, maka kehadiran agen parasit zoonosis ini sangat perlu untuk diwaspadai. Kata kunci: Kucing Peliharaan, T. gondii, Toxoplasmosis 1. PENDAHULUAN Penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit umumnya tidak mengancam jiwa, sehingga jarang mendapat perhatian masyarakat, sehingga masyarakat cenderung mengabaikannya dan mulai sadar ketika penyakit tersebut memasuki fase kronis. Salah satu penyakit menular yang masih beredar namun belum mendapat tanggapan masyarakat adalah toksoplasmosis. (Suparman, 2012). Toksoplasmosis disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Toxoplasma gondii dapat hidup di jaringan tubuh inang (host) dan menginfeksi semua hewan berdarah panas, burung dan manusia. Toksoplasmosis adalah penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang berasal dari hewan dan dapat ditularkan ke manusia.(Suparman, 2012). Infeksi pada manusia dapat terjadi melalui tiga jalur utama penularan: konsumsi makanan (makan daging yang terinfeksi kista jaringan). Penularan dari hewan ke manusia (menelan ookista yang keluar dari kotoran kucing yang terinfeksi) dan penularan dari ibu ke anak (infeksi bawaan melalui plasenta selama kehamilan) (Robert- Gangneux & Dardé, 2012). T. Gondii menyebabkan infeksi pada hewan berdarah panas dan mamalia lainnya termasuk manusia sebagai hospes perantara, sedangkan dan berbagai jenis Felidae lainya sebagai hospes definitif (Wijayanti & Marbawati, 2014). Penyakit ini biasanya menjadi momok para wanita karena merupakan salah satu penyebab kemandulan. Bagi ibu hamil, toksoplasmosis yang terjadi pada tahap awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran (abortus) atau anak akan lahir meninggal, tetapi jika infeksi terjadi pada bulan-bulan akhir kehamilan belum menunjukkan kelainan, gejala-gejala klinik akan kelihatan 2-3 bulan sesudah bayi dilahirkan (Soedarto, 2012). Sulit untuk melacak secara akurat dinamika kasus toksoplasmosis di Indonesia karena pemantauan rutin belum dilakukan sesuai rencana. Prevalensi toksoplasmosis pada kucing adalah 5,56%-40%, kambing 23,5%-60%,