Nasaruddin et al., Best Practice Guru TK.......... Journal Of Early Childhood Education And Research Vol 3 No 1 2022 26 BEST PRACTICE GURU TK JAKARTA PADA PEMBELAJARAN ECOLITERACY (Best Practice Teacher Kindergarten Jakarta In Ecoliteracy Learning) Ilias Nasaruddin Siregar*, Erna Budiarti Pascasarjana Universitas Pancasakti Bekasi Jl. Raya Hankam No. 54 Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi 17414 E-mail: Ilyasnasaruddinsiregar@gmail.com ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan best practice Guru TK Jakarta pada ecoliteracy. Metode penelitian kualitatif dengan subjek 11 guru ada TK Provinsi Jakarta. Teknik pengumpulan data melalui survey mengunakan googleform. Analisa data mengunakan reduksi, penyajian data dan kesimpulan.. Hasil penelitian ini adalah Guru TK di provinsi Jakarta telah mengetahui makna ecoliteracy dan menyadari pentingnya membangun kesadaran ecoliteracy. Pengalaman untuk menumbuhkan kesadaran ecoliteracy dipraktekan maupun dilakukan dalam pembelajaran di kelas. Media yang digunakan berupa media visual, audio-visual maupun barang- barang asli. Guru juga memberikan contoh dalam membangun kesadaran ecoliteracy. Kata Kunci: Ecoliteracy, Guru TK Jakarta, Best Practice ABSTRACT The purpose of this study is to describe the best practice of Jakarta Kindergarten Teachers in ecoliteracy. Qualitative research method with the subject of 11 teachers at the Jakarta Provincial Kindergarten. Data collection techniques through surveys use googleform. Data analysis uses reduction, presentation of data and conclusions. The result of this study is that kindergarten teachers in Jakarta province have known the meaning of ecoliteracy and realized the importance of building ecoliteracy awareness. The experience to foster ecoliteracy awareness is practiced and carried out in classroom learning. The media used is in the form of visual media, audio-visual and original items. Teachers also set an example in building awareness of ecoliteracy. Keyword: Ecoliteracy, Teacher In Kindergarten, Best Practice PENDAHULUAN Berdasarkan hasil riset di Amerika bernama Center for Global Development (CGD) di dalam database yang disebut Carbon Monitoring for Action (CARMA) Indonesia ternyata termasuk negara penghasil karbondioksida terbanyak di dunia yaitu 92.900.000 ton CO2. karbondioksida sangat berdampak pada kesehatan manusia (Chakrawati, 2011). Berdasarkan hasil riset tersebut memperlihatkan bahwa lingkungan kita sedang dalam bahaya. Melihat kondisi lingkungan yang semakin hari semakin rusak maka kesadaran akan menjaga lingkungan sangatlah penting. Menyadari pentingnya menjaga lingkungan harus dilakukan melalui pendidikan yang bertujuan untuk membangun sebuah masyarakat berkelanjutan yang memiliki kesadaran pentingnya lingkungan hidup. Sampah merupakan salah satu masalah sosial yang banyak dialami banyak orang baik di perkotaan maupun pedesaan, sampah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap masalah sosial di suatu tempat, sampah merupakan suatu jenis limbah padat perkotaan maupun pedesaan yang belum dikelola dengan benar (Rivai, 2016). Permasalahan sampah merupakan suatu masalah yang sulit diatasi oleh pemerintah,