Volume VIII, No.3, Juli 2023 Hal 6721 - 6728 6721 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 Kajian Arsitektur Islami Pada Masjid-Masjid di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe Intan Annisa 1* , Armelia Dafrina 2 , Yenny Novianti 3 , Diana Khairani Sofyan 4 1,2,3,4 Program Studi Arsitektur, Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, Indonesia *Koresponden email: intan.170160040@mhs.unimal.ac.id Diterima: 10 Juli 2023 Disetujui: 10 Agustus 2023 Abstract The emergence of mosque architecture in Indonesia is inseparable from the development of Islam entering Indonesia. The development of Islamic civilization at all times has produced many forms and types of mosques, so that in Indonesia the forms of mosques are very diverse, especially in Aceh, the city of Lhokseumawe. The existence of Islam in Aceh is proven by the many historical mosques with Islamic architecture that have survived to this day, but in fact the function of mosques is more than that, mosques also act as centers of education, spread of Islamic symbols, and become centers of community empowerment. This research process combines field research (field research) and library research, namely using a qualitative descriptive research form. The mosque building itself is synonymous with Islamic architecture, which has seven important elements including gardens, courtyards, domes, pointed arches, muqarnas, minarets and mihrab, while not all elements of Islamic architecture are found in every mosque building. Keywords : components, characteristics, islamic architecture, mosques, banda sakti subdistrict Abstrak Munculnya Arsitektur Masjid di Indonesia tidak terlepas dari perkembangan Islam yang masuk di Indonesia. Perkembangan peradaban Islam pada setiap masa telah banyak menghasilkan bentuk dan jenis Masjid, sehingga di Indonesia bentuk Masjid sangat beragam khususnya di Aceh kota Lhokseumawe. Eksistensi Islam di Aceh dibuktikan dengan banyaknya Masjid bersejarah dengan Arsitektur Islami yang bertahan hingga sekarang, namun sebenarnya fungsi Masjid lebih dari pada itu, Masjid juga berperan sebagai pusat pendidikan, penyebaran syiar Islam, serta menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggabungkan penelitian lapangan (field research) dan penelitian kepustakaan (library research), yaitu menggunakan bentuk penelitian deskriptif kualitatif. Bangunan Masjid sendiri identik dengan arsitektur Islami, yaitu memiliki tujuh elemen penting di antaranya taman, halaman, kubah, lengkungan runcing, muqarnas, minaret, dan mihrab, adapun tidak semua elemen arsitektur islami terdapat pada setiap bangunan masjid. Kata-kunci : komponen, karakteristik, arsitektur islami, masjid, kecamatan banda sakti 1. Pendahuluan Arsitektur Islami sangat dipengaruhi oleh berbagai peradaban yang mendahuluinya. Pasca wafatnya Rasulullah SAW, peradaban Islam dipegang oleh para penggantinya yang disebut dengan khalifah. Peradaban ini adalah peradaban terbesar dari Timur Tengah, sampai ke wilayah Anatolia di Suriah yang dikuasai oleh Dinasti Umayyah. Damaskus menjadi pusat peradaban Umayyah karena berhasil menghubungkan berbagai peradaban dan sering menjadi tempat pertemuan ilmu dan budaya. Sopiandi (2013), menjelaskan bahwa Arsitektur Islami menyerap berbagai unsur dan elemen dari berbagai agama sebelumnya, kemudian dialihfungsikan menjadi masjid[1]. Arsitektur Islam mengungkapkan adanya hubungan geometris yang kompleks, hirarki bentuk dan ornamen, serta makna simbolis yang sangat dalam. Arsitektur Islam merupakan salah satu jawaban yang dapat membawa pada perkembangan peradaban manusia. Dan perkembangannya di setiap daerah berbeda dan mengalami penyesuaian dengan budaya dan tradisi setempat yang terus berkembang. Arsitektur Islam, sangat identik dengan arsitektur masjid. Jika ingin menyaksikan dan melihat arsitektur Islam, perhatikanlah bentuk masjid[2]. Salah satu bentuk Arsitektur Islam yang dikagumi oleh semua orang adalah Arsitektur Masjid. Masjid adalah ikon utama Islam, tidak hanya digunakan sebatas tempat beribadah, namun lebih daripada itu. Masjid dalam bentuk Arsitekturnya mempunyai sebuah seni Islam yang terlihat dari setiap sudut ruangannya, baik dari segi Arsitekturnya, ukiran-ukirannya, kaligrafinya dan tidak banyak orang