Received 05 Maret 2022; Received in revised form 08 April 2023 year; Accepted 09 April 2023
Available online 11 April 2023/ © 2023 The Authors. Published by Jurnal Teknik Industri Terintegrasi Universitas Pahlawan Tuanku
Tambusai. This is an open access article under the CC BY-SA license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0)
Contents list avaliable at Directory of Open Access Journals (DOAJ)
JUTIN : Jurnal Teknik Industri Terintegrasi
Volume 6 Issue 1 2023, Page 209-215
ISSN: 2620-8962 (Online)
Journal Homepage: https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jutin/index
GAP Analysis of E-Government Implementation in
Indonesia
Deddy Gusman
1
, Yanti Yandri Kusuma
2
Department of Informatics, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Indonesia ,
Department of Basic Education, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Indonesia
(1,2)
DOI: 10.31004/jutin.v6i1.13483
Corresponding author:
[deddy@universitaspahlawan.ac.id ]
Article Info Abstrak
Kata kunci:
e-government,
ITPOSMO,
analisis kesenjangan,
Evaluasi TIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur gap antara desain dan
implementasi aktual dari sebuah proyek e-Government menggunakan
metode ITPOSMO. Dengan mengetahui kesenjangan ini, para pemangku
kepentingan yang terlibat dalam proyek dapat menemukan pendekatan
yang sesuai untuk mencegah proyek jatuh pada implementasinya.
Informasi tentang aplikasi, diperlukan dengan melakukan observasi dan
wawancara dengan berbagai pihak yang terlibat dalam penggunaan SIPKD
(Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah) di kabupaten Kampa,
Provinsi Riau. Dari penelitian ini ditemukan bahwa kabupaten Kampa
memiliki kesenjangan antara desain dan implementasi proyek e-
Government khususnya dalam penerapan SIPKD sebesar 22 poin.
Sebaran kesenjangan tersebut adalah 5 titik pada dimensi informasi, 3 titik
pada dimensi teknologi, 3 titik pada dimensi proses, 3 titik pada dimensi
tujuan dan nilai, 4 titik pada dimensi kepegawaian dan keterampilan, 3 titik
pada sistem dan struktur manajemen, dan 1 titik dalam dimensi sumber
daya lainnya. Berdasarkan total gap yang terjadi, implementasi aplikasi
SIPKD memiliki risiko kegagalan sebagian dari desain awalnya kecuali
diambil tindakan untuk mengurangi gap antara desain dan kenyataan.
Kesenjangan terbesar ada pada dimensi informasi dan dimensi
kepegawaian dan keterampilan.