Ekonomi, Keuangan, Investasi dan Syariah (EKUITAS)
Vol 4, No 2, November 2022, Hal 420−428
ISSN 2685-869X (media online)
DOI 10.47065/ekuitas.v4i2.2363
Copyright © 2022 Sindy Iradilah, Page 420
This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Pengaruh Inflasi dan Suku Bunga terhadap Harga Saham Pada
Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI
Sindy Iradilah, Ahmad Albar Tanjung
*
Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma, Medan
Jl. Sakti Lubis, Siti Rejo I, Kec. Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia
Email:
1
sindyiradilah10@gmail.com,
2,*
alb4rt4njung@gmail.com
Email Penulis Korespondensi: alb4rt4njung@gmail.com
Submitted: 12/10/2022; Accepted: 10/11/2022; Published: 29/11/2022
Abstrak−Pasar modal salah satu penggerak perekonomian suatu negara, saham menjadi menjadi salah satu investasi yang banyak
dipilih oleh investor pada pasar modal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh inflasi dan suku bunga
terhadap harga saham pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada PT Bank
Mandiri (Persero), Tbk, penelitian ini menggunakan data setiap bulan pada periode Januari 2014 hingga Desember 2021, dengan
metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, sedangkan model analisis yang digunakan
dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial inflasi tidak
berpengaruh dan tidak signifikan terhadap harga saham, sementara suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan t erhadap harga
saham. Sedangkan secara simultan inflasi dan suku bunga berpengaruh terhadap harga saham. Dengan adanya faktor suku bunga
yang berpengaruh negatif akan menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dan otoritas moneter dalam menentukan terkait
dengan harga saham pada perusahaan.
Kata Kunci: Pasar Modal; Inflasi; Suku Bunga; Harga Saham; Perbankan
Abstract−The capital market is one of the drivers of a country’s economy, stocks are one of the most preferred investments by
investors in the capital market. The purpose of this study is to determine whether there is an effect of inflation and interest rates on
stock prices in banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange. This research was conducted at PT. Bank Mandiri
(Persero), Tbk, this study used data every month in the period January 2014 to December 2021, the data analysis method used in
this study was descriptive quantitative, while the analysis model used in this study was linear regeression analysis multiple. The
result of this study indicate that partially inflation has no and no significant effect on stock prices, while interest rates have a
negative and significant effect on stock prices. Meanwhile, simultaneously inflation and interest rates affect stock prices. With the
interest rate factor that has a negative effect, it will be taken into consideration for the company and the monetary authority in the
determining the share price of the company.
Keywords: Capital Market; Inflation; Interest Rate; Stock Price; Banking
1. PENDAHULUAN
Pasar modal merupakan salah satu penggerak perekonomian suatu negara dan dapat menilai keadaan perus ahaan
suatu negara. Namun, tahun 2020 menjadi tahun yang berat bagi sebagian orang. Pandemi yang terjadi sejak 2019
hingga pertengahan 2021 menyebabkan perlambatan likuiditas dan penurunan tajam bisnis global. Menurut (Tanjung
et al., 2022) Selama periode COVID-19, kebijakan moneter berdampak signifikan terhadap pasar saham Indonesia.
Sektor pasar modal yang menjadi salah satu area terdampak pandemi Covid-19 mengalami penurunan indeks harga
saham. Penurunan tersebut tidak lepas dari sentiment investor yang membuat mereka semakin rela menarik uangnya
dari pasar modal, yang tentunya berujung pada turunnya harga saham. Dari beberapa instrumen yang tersedia di pasar
modal, saham merupakan investasi yang paling banyak dipilih para investor. Namun, harga saham di Bursa Efek
Indonesia tidak selalu tetap dan sewaktu-waktu bisa naik atau turun, yang tidak terlepas dari kuatnya permintaan dan
penawaran.
Faktor makro merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kegiatan investasi saham di Bursa Efek
Indonesia, antara lain inflasi dan tingkat suku bunga. Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara terus
menerus. Kenaikan inflasi yang tinggi biasanya disertai dengan kenaikan suku bunga untuk mengurangi kelebihan
uang beredar. Tingkat inflasi yang tinggi ini juga meningkatkan harga-harga faktor produksi dan menurunkan daya
beli masyarakat. Jika inflasi meningkat, maka harga barang dan jasa di dalam negeri akan naik. Saat inflasi meningkat,
Bank Indonesia (BI) biasanya menaikkan suku bunga untuk mengurangi inflasi. Kenaikan harga barang dan jasa
menyebabkan penurunan nilai mata uang. Di sisi lain, ketika suku bunga tinggi, itu meningkatkan biaya modal yang
harus ditanggung perusahaan. Inflasi dan suku bunga berkorelasi negatif, dan ketika inflasi naik, suku bunga turun.
Jika suku bunga turun atau lebih rendah, akan ada lebih banyak permintaan untuk pinjaman karena masyarakat lebih
banyak meminjam uang dari pada yang untuk menabung. Dan sebaliknya, jika suku bunga naik, permintaan pinjaman
turun karena masyarakat lebih memilih menabung karena tabungan memiliki tingkat pengembalian yang lebih tinggi.
Perkembangan harga saham pada tahun 2014 hingga 2021.
Berdasarkan grafik dibawah, harga saham mengalami kenaikan dan penurunan. Pada tahun 2014 sebesar
Rp4.957, pada tahun 2015 sebesar Rp5.067, pada tahun 2016 sebesar Rp5.104, pada tahun 2017 sebesar Rp6.397,
pada tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar Rp7.284 dan pada tahun 2019 juga mengalami kenaikan sebesar
Rp7.363. Namun, pada tahun 2020 mengalami penurunan sebesar Rp5.841 dan pada tahun 2021 terjadi kenaikan
kembali sebesar Rp6.429.Terjadinya penurunan harga saham pada tahun 2020 dikarenakan merebaknya virus covid-