1 PERBINCANGAN DI SALON SEBAGAI MUASAL KRITIK SENI DAN KURATORIAL SENI MODERN Oleh: Lilik Indrawati Abstrak: Perbincangan tentang sejarah kehadiran aktivitas kritik seni dan aktivitas kuratorial dalam aktivitas seni, tidak bisa terlepas dari peran dan perkembangan seni modern di Perancis dengan salonnya. Salon atau sering disebut boudoir adalah semacam tempat berdandan atau kamar rias bagi wanita-wanita Perancis. Pada abad 18 tercatat dalam sejarah bahwa kaum wanita di Perancis memerintah suatu bangsa secara penuh. Para bangsawan dan kaum terpelajar berbaur di salon. Yang satu melengkapi yang lain, dan hasilnya akan menjadi inti peradaban. Kata-kata Kunci: Salon D’Apollon, Salon Des Refuses, Seni Modern Pada abad 18 di Perancis, tercatat dalam sejarah bahwa kaum wanita memerintah suatu bangsa secara penuh. Sampai-sampai kata Rousseau tentang wanita pada jamannya adalah sebagai berikut: “segala sesuatu dikerjakan oleh dia dan untuk dia” (Gay & Pustaka Time Life, 1984). Kondisi semacam itu disebabkan oleh sikap “sembrono” dari Louis XV yang hanya mengejar kenikmatan, serta sikap golongan ningrat yang lengah serta tidak memperhatikan peristiwa yang terjadi pada saat itu; yaitu munculnya gejolak dari berbagai gagasan yang mengguncang Eropa. Kemudian kaum wanita bangsawan membentuk negara Perancis sesuai dengan cita rasa mereka; “berselera tinggi, cekatan dalam berpikir, penuh suka ria, dan suka mengelabui” (Gay & Pustaka Time Life, 1984: 41). Wanita mengusai kehidupan intelektual bangsanya, bahkan urusan Negara. Kehidupan pribadi seorang wanita dalam masyarakat Perancis merupakan suatu tata cara yang rumit sejak ia bangun tidur sampai larut malam. Kamar