Jurnal Pengabdian Kampus ISSN 2252-8628(p); 2776-091X(e) Vol 10. No.2, 153-158, Desember 2023 153 Penerapan Sistem Monitoring Pergeseran Tanah berbasis Internet of Things (IoT) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan, Kota Palangka Raya Wilson Jefriyanto 1* , Agung Samudra 2 , Kadek Ayu Cintya Adelia 1 , Kevin Bryan 1 , Yoricho Costapierro Sukoco 1 1 Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Palangka Raya 2 Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya *Email: wilsonjefriyanto@mipa.upr.ac.id Abstract Landslides occur as a result of a geological process caused by the displacement of rock or soil masses. In general, landslides are caused by shifting soil and excessive water content due to high rainfall. One of the processes that occur in rivers is sedimentation With the entry of sediment into the river flow, it will result in increased river surface flow and deposition which causes siltation of the river. This siltation will greatly affect the capacity of the river when the rainy season arrives, because it can cause floods. For this reason, assistance and training are needed to increase community knowledge about the use of Internet of Things (IoT) based monitoring system tools around the Kahayan river basin. IoT is a technology that allows smart objects, things, and machines to be connected via the internet so that data can be received in real time. The people of Pahandut Village were enthusiastic in participating in the socialization activities provided and felt the benefits of increasing knowledge starting from an understanding of the Internet of Things and the use of monitoring system tools for land shifts. Based on the evaluation results, it is known that participants have increased knowledge and insight into the Internet of things and its application in this case the soil shift monitoring system tool which will later be installed in residential areas around the watershed. Keywords: ablation, IoT, land displacement, youth organization Pendahuluan Bencana tanah longsor adalah suatu ancaman serius bagi suatu pemukiman. Tanah longsor merupakan suatu proses geologi yang disebabkan oleh adanya perpindahan massa batuan maupun tanah, Secara umum tanah longsor disebabkan karena pergeseran tanah dan kadar air berlebih akibat curah hujan yang tinggi. Pergeseran tanah (land displacement) merupakan peristiwa alam dimana volume tanah atau batuan dalam satu area tertentu mengalami perubahan posisi dari keadaan awalnya (Jefriyanto, Saka, Andololo, dan Rahman, 2021). Bencana tanah longsor seringkali terjadi pada musim penghujan salah satunya di Kelurahan Pahandut, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang rusak akibat ablasi Sungai Kahayan. Tanah ablasi adalah proses erosi air sungai atau suatu proses pengikisan tanah di sekitar aliran air. Salah satu proses yang terjadi pada sungai adalah sedimentasi (Potemkina dan Potemkin, 2022). Sedimentasi sangat dipengaruhi oleh besarnya debit aliran hal ini karena semakin besar debit aliran di daerah aliran sungai, maka semakin banyak pula sedimen yang terjadi di sungai tersebut. Dengan masuknya sedimen ke dalam aliran sungai maka akan mengakibatkan meningkatnya aliran permukaan sungai dan pengendapan yang menyebabkan pendangkalan sungai (Tarafdar dan Kaur, 2021). Pendangkalan ini akan sangat mempengaruhi daya tampung sungai apabila musim hujan tiba, karena dapat mengakibatkan bencana banjir. Sedimentasi dapat dipengaruhi oleh 2 faktor misalnya dipengaruhi oleh aktivitas manusia seperti