JTM. Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015, 112-118 ANALISIS KAPASITAS MESIN MENGGUNAKAN METODE ROUGH CUT CAPACITY PLANNING (RCCP) UNTUK MENGANTISIPASI PERKEMBANGAN PERMINTAAN PRODUK GULA STUDI KASUS PT. PG. CANDI BARU SIDOARJO Candra Adi Putra S1 Pend Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya adiputra313@gmail.com Iskandar S1 Pend Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya quicktrick@gmail.com Abstrak Pada saat ini hampir semua perusahaan yang bergerak dibidang industri dihadapkan pada suatu masalah yaitu adanya tingkat persaian pasar yang semakin kompetitif. Perencanaan produksi yang baik merupakan hal yang penting agar perusahaan bisa tetap bersaing untuk terus maju dan berkembang. PT. PG. Candi Baru Sidoarjo dari tahun 2013 sampai tahun 2014 mengalami kenaikan produksi 5.115 ton SHS. Analisis kapasitas mesin menggunakan metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP). Dengan menggunakan 3 metode peramalan yaitu regresi linier, single exponential smoothing, double exponential smoothing. Dari 3 metode peramalan tersebut dipilih metode regresi linier dengan alasan metode ini mempunyai nilai MAPE paling kecil dibandingkan metode yang lainnya. Hasil peramalan permintaan produksi dengan metode regresi linier periode produksi Mei - Nopember 2015 sebanyak 2.399 ton, 5.336 ton, 6.320 ton, 6.669 ton, 7.299 ton, 7.825 ton, 7.456 ton, dan periode produksi Mei - Nopember 2016 sebanyak 2.615 ton, 5.879 ton, 6.852 ton, 7.014 ton, 7.972 ton, 8.613 ton, 8.224 ton. Penambahan kapasitas mesin yang diperlukan mesin gilingan 115,27 jam, juice heater machine 133,8 jam, single tray machine 148,92 jam, evaporator machine 133,63 jam, mesin pan masakan 126,37 jam, continue centrifugal machine 270,34 jam, bath centrifugal machine 116,66 jam, sugar dryer machine 112,75 jam. Kata kunci: Time Series, Rough Cut Capacity Planning (RCCP) Abstract At this time almost all companies engaged in the industry was faced with a problem that is the level persaian increasingly competitive market. Good production planning is essential so that the company can remain competitive to continue to progress and develop. PT. PG. Candi Baru Sidoarjo from 2013 to 2014 increased production of 5,115 tons of SHS. Analysis of the capacity of the machine using Rough Cut Capacity Planning (RCCP). By using 3 methods of forecasting namely linear regression, single exponential smoothing, double exponential smoothing. Of the three methods of forecasting the selected linear regression method with the reason this method has a value MAPE smallest compared to other methods. Demand forecasting production results with linear regression method of production period of May - November 2015 as much as 2.399 ton, 5.336 ton, 6.320 ton, 6.669 ton, 7.299 ton, 7.825 ton, 7.456 ton, and the production period of May - November 2016 2.615 ton, 5.879 ton, 6.852 ton, 7.014 ton, 7.972 ton, 8.613 ton, 8.224 ton. The addition of the necessary engine capacity to gilingan machine 115,27 hours, juice heater machine 133,8 hours, single tray machine 148,92 hours, evaporator machine 133,63 hours, pan masakan machine 126,37 hours, continue centrifugal machine 270,34 hours, bath centrifugal machine 116,66 hours, sugar dryer machine 112,75 hours. Keywords: Time Series, Rough Cut Capacity Planning (RCCP) PENDAHULUAN Persaingan pasar yang semakin ketat serta semakin pesatnya perkembangan teknologi pada era globalisasi sekarang ini, mengharuskan setiap perusahaan memiliki strategi yang baik guna menghadapi tingakat persaingan yang semakin kompetitif. Tujuan setiap perusahaan adalah untuk terus maju dan berkembang serta mampu memperoleh keuntungan yang maksimal. Oleh sebab itu setiap perusahaan dituntut unutk selalu dapat memenuhi kebutuhan konsumen sesuai bidang usahanya masing- masing. Untuk mengatasi masalah tersebut perusahaan diharuskan dapat merencanakan kapasitas produksi agar dapat memenuhi permintaan pasar dengan tepat waktu dengan jumlah yang sesuai, sehingga diharapkan keuntungan dari perusahaan akan terus meningkat. Kapasitas adalah jumlah dari keluaran maksimum yang bisa dihasilkan oleh suatu fasilitas dalam satu periode waktu tertentu dan dinyatakan dalam jumlah keluaran persatuan waktu. Sedangkan perencanaan kapasitas adalah proses untuk menentukan kapasitas produksi yang diperlukan sebuah industri untuk memenuhi permintaan pasar. Dalam pemenuhan kebutuhan akan produk oleh konsumen, perusahaan perlu memperhatikan perencanaan kapasitas dan pengendalian