Jurnal Energi dan Manufaktur Vol. 15 No. 2, April 2022 (77-79) http://ojs.unud.ac.id/index.php/jem ISSN: 2302-5255 (p) ISSN: 2541-5328 (e) MEMINIMALISIR GANGGUAN DENGAN MAINTENANCE PADA HAMMER MILL DI PT. CHAROEN POKPHAND INDONESIA TBK KRIAN (Studi Kasus pada PT. CHAROEN POKPHAND INDONESIA TBK Krian) Edwin Candra Reynaldi 1) , Ika Nurjannah 1) , Bellina Yunitasari 2) Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya Naskah diterima 26 06 2022; direvisi 15 05 2023; disetujui 15 05 2023 doi: https://doi.org/10.24843/JEM.2022.v15.i02.p02 Abstrak This paper is a case study that occurred in a hammer mill at PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk Krian after the author did his internship there. PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk has a strategic role in the world of animal husbandry in Indonesia, because it is one of the largest feed producers in Indonesia. One of the components to make feed is a hammer mill. Hammer mill is a machine that grinds or crushes seeds to turn them into very fine flour grains. Hammer mills that work continuously will someday experience disturbances or problems. Maintenance is a solution to deal with these disturbances. Maintenance is a precautionary activity carried out to prevent unexpected damage. The method used by the researcher is to make direct observations when interning at the company. The goal is to minimize disruption to the hammer mill before more damage occurs. The results of the implementation show that maintenance is more effective to be applied to the hammer mill for the long term. Keywords: Hammer Mill, Maintenance, Problem Kata kunci: Pengukuran aliran, orifice meter, beda tekanan Abstract Tulisan ini merupakan studi kasus yang terjadi pada hammer mill di PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk Krian setelah penulis melaksanakan magang di sana. PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk memiliki peran yang strategis dalam dunia peternakan di Indonesia, karena merupakan salah satu produsen pakan terbesar di Indonesia. Salah satu komponen untuk membuat pakan adalah hammer mill. Hammer mill merupakan mesin penggiling atau penghancur biji untuk mengubahnya menjadi butiran tepung yang sangat halus. Hammer mill yang bekerja terus menerus suatu saat akan mengalami gangguan atau masalah. Maintenance merupakan solusi untuk menangani gangguan tersebut. Maintenance adalah kegiatan kewaspadaan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan yang tidak diharapkan. Metode yang digunakan peneliti adalah melakukan observasi secara langsung ketika magang di perusahaan tersebut. Tujuannya adalah untuk meminimalisir gangguan pada hammer mill sebelum terjadi kerusakan yang lebih besar. Hasil implementasi didapatkan bahwa maintenance lebih efektif untuk diterapkan pada hammer mill untuk jangka panjang. Kata Kunci: Hammer Mill, Gangguan, Maintenance 1. Pendahuluan Hammer mill merupakan mesin penggiling atau penghancur biji yang biasanya digunakan oleh industri pakan untuk menggiling dan menghancurkan bahan pokok menjadi bahan setengah jadi. Sistem kerja dari mesin hammer mill ini adalah memukul jagung, dimana mata hammer digerakkan oleh motor penggerak dengan kecepatan tinggi, hammer akan memukul jagung ke dinding-dinding hammer dan jagung yang telah dihancurkan akan jatuh ke saringan dan jagung yang tersaring akan keluar melalui saluran pengeluaran. Grinding sudah dikenal dalam manufaktur selama lebih dari 100 tahun yang lalu. Akan tetapi proses yang dikenal pada saati itu masih sederhana. Grinding adalah proses pemesinan yang bekerja dengan cara roda gerinda abrasif berputar dengan kecepatan tinggi untuk menghilangkan material dari material yang lembut lembut. Grinding merupakan salah satu proses abrasive yang memilik tingkat akurasi yang tinggi sehingga produk berkualitas dan toleransi ukuran pun sangat kecil. Ada 5 macam parameter grinding [1]: 1. Mesin yang digunakan dengan parameter acuannya tipe mesin dan spesifikasinya. 2. Benda kerja yang digunakan dengan parameter acuannya geometri dan spesifikasinya. 3. Grinding wheel yang digunakan dengan parameter acuannya geometrid an spesifikasinya. 4. Dressing tool digunakan dengan parameter acuannya tipe Dressing tooldan spesifikasinya. 5. Cooling Lubricant. Seiring lamanya penggunaan mesin hammer mill, tingkat kualitas penghancuran jagung yang didapat mengalami penurunan yang ditandai dengan banyaknya ukuran jagung yang masih terlalu besar dan tidak memenuhi standar sehingga dapat menyebabkan kualitas pakan yang dihasilkan dapat menurun. Tidak terlepas dari adanya pemeliharaan yang menjaga agar mesin hammer mill tetap terus menghasilkan ukuran penghacuran jagung yang efektif maka perlu dilakukan maintenance. Kegiatan maintenance ditunjukkan untuk meyakinkan bahwa aset fisik yang dimiliki dapat terus berlanjut memenuhi apa yang diinginkan oleh pengguna/user terhadap fungsi yang dijalankan oleh aset tersebut. Secara umum, ditinjau dari saat pelaksanaan pekerjaan pemeliharan dikatagorikan dalam dua cara,